Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketika Ekonomi Kreatif Jadi Kekuatan Politik, dari 'Nation Branding' hingga 'Soft Power'

📅 Sabtu, 30 Sep 2023, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ekonomi kreatif sebagai pembentuk nation branding

Korea Selatan memajukan ekonomi kreatifnya melalui musik, film, dan teknologi yang memiliki branding Korean Wave. Begitu pun Jepang dengan Cool Japan, India dengan Bollywood dan yoga, Maladewa dengan pariwisatanya, dan Perancis dengan fesyen dan gastronomi.

Negara-negara ini merupakan beberapa dari banyak negara dunia yang menggerakkan ekonomi kreatif sebagai mata pencaharian masyarakat ekonomi lokal. Hasilnya adalah ciri khas negara tersebut atau dikenal dengan istilah nation branding.

Nation branding mendorong suatu negara membentuk keunggulan kompetitifnya dan memperkuat soft power mereka. Tujuan nation branding adalah menarik pariwisata dan talenta, serta mendorong investasi dan ekspor.

Ekonomi kreatif dapat mendorong pembentukan 'merek' ini. Unsur budaya dan kearifan lokal sebagai instrumen kreativitas menciptakan keunggulan yang memberi identitas dan karakteristik dari suatu negara.

Pada 2021, misalnya, ekonomi Korea Selatan 'diselamatkan' dari terjangan pandemi oleh ekspor terkait K-wave yang menyentuh angka US$12,45 miliar (Rp193,15 triliun)-naik lebih dari 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Pemasukan industri perfilman Bollywood bisa mencapai US$2 miliar (Rp31 triliun) tiap tahunnya. Sementara, pariwisata berkontribusi hampir 40% ke PDB Maladewa.

Masing-masing negara memiliki kapasitas dalam mengembangkan ekonomi kreatifnya. Masing-masing juga memiliki orientasi yang turut didukung sebagai program dalam kebijakan pemerintah.

Pun Indonesia, yang turut aktif mengembangkan subsektor ekonomi kreatif unggulan dari segi pemberdayaan kearifan lokal, seperti fesyen, kuliner, dan kerajinan tangan.

Sisi-sisi ekonomi kreatif: hiburan, bisnis, dan politik

Ekonomi kreatif memiliki sisi-sisi yang menunjang keberlangsungan eksistensinya dan berdampak pada gaya hidup masyarakat. Perkembangan ekonomi kreatif pun dinamis namun sustainable. Setiap negara memiliki subsektor unggulan, prioritas, maupun yang sedang dikembangkan dalam ekonomi kreatif, baik kategori seni dan budaya, sains dan teknologi, serta berkontribusi dalam aspek bisnis dan perdagangan.

Dari sisi hiburan, ekonomi kreatif merupakan sarana rekreasional yang menunjang kapasitas dan penyebaran informasi. Musik, film, aplikasi, desain, seni pertunjukkan merupakan subsektor ekonomi kreatif yang kerap mengelaborasikan seni, budaya, dan modernisasi. Ekonomi kreatif tumbuh menjadi sektor yang dapat dinikmati setiap segmen masyarakat.

Dari sisi politik, subsektor ekonomi kreatif mampu menjadi alat atau media menyebarkan suatu isu yang bersifat transnasional atau lintas batas. Hal ini mampu menggiring opini masyarakat terhadap suatu isu bahkan membentuk gaya hidup dan selera.

Tak hanya sekadar soal kekuatan ekonomi suatu negara, produk ekonomi kreatif juga bisa mempromosikan agenda ke kancah internasional, misalnya melalui media film. Film Hollywood Don't Look Up (2021), contohnya, mengangkat isu perubahan iklim dan lingkungan. Atau, film dengan pesan antiperang seperti All Quiet on The Western Front (2022) asal Jerman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.