Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemilu 2024 Berpotensi Tingkatkan Konsumsi Domestik

📅 Jumat, 29 Sep 2023, 11:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemilu 2024 Berpotensi Tingkatkan Konsumsi Domestik Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Head of Macroeconomic & Financial Market Research Bank Mandiri Dian Ayu Yustina menilai Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan berdampak terhadap pertumbuhan konsumsi domestik hingga alokasi belanja negara.

"Saya memperkirakan alokasi belanja akan lebih tinggi dan dampak tambahan terhadap konsumsi juga akan lebih tinggi," kata Dian dalam diskusi virtual oleh Bank Pembangunan Asia (ADB) di Jakarta, Rabu (27/9).

Menurut Dian, berbeda dengan pemilu pada tahun-tahun sebelumnya, Pemilu 2024 diprediksi akan lebih berdampak positif terhadap ekonomi karena cakupan yang lebih luas.

Pemilu 2024 akan diselenggarakan mencakup pemilihan presiden (pilpres), pemilihan legislatif (pileg) serta pemilihan kepala daerah (pilkada) secara serentak.

Dian menilai pemilu yang lalu hanya mempunyai sedikit dampak positif terhadap pertumbuhan konsumsi karena krisis global yang pada saat itu menghambat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

"Kita sedang mengalami (pada saat itu) perang dagang, Taper Tantrum, serta gejolak pada pemilu sebelumnya (Pemilu 2019), sehingga terdapat dampak yang beragam secara global," ujarnya.

Adapun Taper Tantrum merupakan keadaan gejolak ekonomi ketika bank sentral Amerika serikat memperketat kebijakan moneternya.

Potensi Investasi

Lebih lanjut, Dian berpendapat bahwa pemilu juga mempunyai potensi dampak terhadap investasi. Bercermin pada pemilu-pemilu sebelumnya, laju investasi Indonesia sedikit terhambat dikarenakan sikap para investor yang cenderung menunggu atau wait and see.

Hal tersebut bukan hal yang mustahil terjadi lagi pada pemilu 2024. Dia menyampaikan bahwa pada semester I-2023, belum terlihat adanya moderasi pada sektor investasi. Namun menjelang kuartal III-2023, telah terlihat adanya moderasi pada pertumbuhan kredit dan simpanan.

"Ada banyak alasan yang jelas, salah satu alasan (moderasi investasi) yaitu memburuknya kinerja perdagangan dari sisi pendanaan hingga berkurangnya potensi pertumbuhan yang masuk ke pasar domestik," jelas Dian.

Dalam diskusi, Dian memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan mencapai 5,04 persen, serta akan mencapai 5,1 persen pada 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.