Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berjibaku Selamatkan Barang dari Banjir, Warga Cipulir Tak Sempat Sahur

📅 Jumat, 20 Feb 2026, 17:22 WIB | Oleh:
Berjibaku Selamatkan Barang dari Banjir, Warga Cipulir Tak Sempat Sahur Doc: antara foto
Ket. Banjir landa kawasan Gang Suwardi, Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat (20/2).

JAKARTA - Sejumlah warga di Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan mengaku tidak sempat sahur karena memilih menyelamatkan barang-barangnya saat terjadi banjir.

"Jam 05.00 WIB, habis sahur ya pas adzan. Saya enggak sempat sahur, sudah wanti-wanti air sudah naik sampai situ," kata Zoko saat ditemui di lokasi banjir kawasan Gang Suwardi, Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat (20/2).

Zoko mengatakan saat air mulai meninggi, dirinya langsung membereskan dan mengangkat barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. Mesin cuci, kasur, serta pakaian menjadi prioritas untuk diamankan.

“Dadakan saja airnya langsung naik cepat. Yang penting baju-baju diangkat dulu, kalau sempat baru kasur,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, ia mengaku tidak kuat menjalankan puasa karena sejak pagi harus berkutat dengan genangan air.

Warga menyebut banjir bukan merupakan banjir tahunan, melainkan kerap terjadi setiap hujan deras dengan intensitas tinggi dari siang hingga malam hari. Dalam tiga tahun terakhir tinggal di lokasi tersebut, ia sudah mengalami banjir sebanyak dua kali.

“Baru dua kali. Yang pertama waktu bulan puasa juga,” katanya.

Sang istri, Khotimah menjelaskan biasanya informasi status siaga diperoleh dari kelurahan melalui RT dan RW. Namun, kenaikan air kali ini dinilai cukup cepat meski sudah ada pemberitahuan status siaga.

“Biasanya ada laporan siaga satu, siaga dua. Tadi sudah siaga, tapi naiknya cepat,” ujar Khotimah.

Dia tersebut tinggal bersama suami dan tiga anaknya. Ia memastikan seluruh anggota keluarga dalam kondisi aman.

Untuk sementara waktu, ia memilih meliburkan usaha dagang gorengan dan takjil yang biasa dijajakan di pinggir jalan karena harus fokus membersihkan rumah.

Ia pun berencana pindah dari lokasi tersebut setelah Lebaran guna menghindari risiko banjir berulang. “Niat pindah habis Lebaran. Sudah ada rencana cari tempat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat sebanyak 123 RT dan 9 ruas jalan masih tergenang hingga pukul 12.00 WIB.

BPBD DKI mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan serta memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

India Jadi Korban Pesta Gol Brasil, Tim Samba Menang 4-0

22 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
India Jadi Korban Pesta Gol...
Olahraga
Inggris Mengamuk, Kroasia D...
Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.