Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenparekraf Sebut Wisata Gunung Hadapi Tantangan Soal Lingkungan

📅 Rabu, 27 Sep 2023, 14:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenparekraf Sebut Wisata Gunung Hadapi Tantangan Soal Lingkungan Doc: ANTARA/Sinta Ambar
Ket. Direktur Wisata Minat Khusus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Itok Parikesit dalam Indonesia Mountain Tourism Conference yang digelar di Jakarta, Rabu (27/9/2023).

JJAKARTA - Direktur Wisata Minat Khusus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Itok Parikesit mengatakan, saat ini wisata gunung di Indonesia mengalami tantangan yang berkaitan dengan isu lingkungan hingga isu ekonomi."Polusi ini yang lagi ramai (diperbincangkan), sampai di Jakarta jarak penglihatan tidak sampai 4 meter," ujar Itok dalam Indonesia Mountain Tourism Conference yang digelar di Jakarta, Rabu.Selain polusi, terdapat tantangan yang berkaitan dengan perubahan iklim, dampak sosiokuktural hingga aspek perekonomian.Dalam penanganan isu lingkungan di sektor pariwisata, Itok menyebut pihaknya menggandeng mitra-mitra untuk melakukan kampanye melalui gerakan "Kita Mulai Sekarang" yang bertujuan meningkatkan kesadaran terkait dampak perubahan iklim yang diakibatkan sampah plastik serta melakukan carbon footprint atau jejak karbon.Sementara berdasarkan paparannya, dalam pengembangan wisata gunung yang berkelanjutan pihaknya mempromosikan sensitifitas iklim danlow impact tourismdi kawasan gunung, melakukan peninjauan secara berkala dan menjaga kapasitas barang bawaan sesuai aturan.Masyarakat setempat juga diberdayakan dalam pengembangan wisata serta memperkuat kerja sama pemerintah dan swasta dalam pengembangan inovasi dan produk.Serta mendorong investasi infrastruktur untuk mendukung digitalisasi layanan.Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events), Kemenparekraf Vinsensius Jemadu mengajak berbagai pihak untuk menerapkan pilar-pilar wisata yang berkualitas serta memperhatikan dampak lingkungan dalam berwisata.

Ia juga berharap melalui seminar yang digelar hari ini dapat menghasilkan input yang visioner bagi pemerintah sehingga langkah-langkah mitigasi dapat disiapkan dan diterapkan di destinasi wisata.

"Mari kita berikan kontribusi kepada pemerintah supaya kebijakan sifatnya visioner, memandang jauh ke depan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Bogor Gaspol Tekan S...
Megapolitan
Minggu Sore Hujan Mengintai...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.