Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Bekasi Tambah Debit Air di Saluran Untuk Pertanian

📅 Selasa, 26 Sep 2023, 16:46 WIB | Oleh:
Antisipasi Kekeringan, Pemkab Bekasi Tambah Debit Air di Saluran Untuk Pertanian Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Penambahan debit air saluran sekunder Srengseng Hilir menuju lahan pertanian terdampak kekeringan di wilayah utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/9).

KABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berupaya penambahan debit air di saluran untuk kebutuhan lahan pertanian agar tetap produktif saat musim kemarau 2023 ini.

"Dampak kekeringan turut dirasakan petani dan kewajiban kami menyelamatkan sawah mereka dari ancaman puso maupun potensi kerugian secara ekonomi," kata Sub Koordinator Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Dodo Hadi Triwardoyo di Cikarang, Selasa.

Ia menjelaskan penambahan debit air terus dilakukan pada titik Kali Cikarang melalui saluran sekunder Srengseng Hilir menuju lahan pertanian terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Sukatani, Sukakarya, Tambelang, Sukawangi, Cabangbungin, hingga Muaragembong.

"Penambahan debit air di Kali Cikarang atau saluran sekunder Srengseng Hilir dilakukan setelah pembuatan bendungan secara swadaya dibantu BBWS, PJT II, Dinas Sumber Daya Air, juga Dinas LH," katanya.

Berdasarkan pantauan tim lapangan, air sudah dapat mengalir hingga ke Desa Sukaringin di Kecamatan Sukawangi. Penambahan debit air ini juga disertai pembersihan sampah pada saluran irigasi yang dilintasi, termasuk penanganan tanggul rawan bocor.

"Bahkan penanganan tanggul rawan juga dilaksanakan di Kecamatan Pebayuran agar mampu menahan penambahan debit air.

"Pompanisasi juga sudah dilaksanakan di Kecamatan Sukakarya dengan mengambil air dari Sungai Ciherang," imbuh dia.

Upaya lain dilakukan para petani di wilayah bendung Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) secara swadaya dengan menumpuk 4.000 karung berisi pasir guna menahan arus tambahan debit air tersebut.

"Ini untuk meningkatkan debit air di alur Sungai Cikarang yang mengairi beberapa wilayah, diharapkan bisa menambah debit air menjadi 6-7 kubik," katanya.

Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi juga mengimbau para petani untuk mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) seperti yang diikuti kelompok tani di Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu, guna melindungi area sawah mereka dari gagal panen.

Mengacu data Pusdalops BPBD Kabupaten Bekasi hingga Senin (25/9/2023) pukul 20.00 WIB, bencana kekeringan di daerah itu telah menyebabkan 21.250 hektare lahan pertanian terdampak dengan 4.097 hektare di antaranya berstatus terancam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

34 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.