Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Properti Makin Mahal, Perlukah Membeli Rumah?

📅 Sabtu, 23 Sep 2023, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Senada, Wahyu Fahrul Ridho, dosen manajemen keuangan dari UPN Veteran Jawa Timur, menambahkan bahwa dalam situasi saat harga rumah makin mahal ini, keputusan untuk membeli rumah harus mempertimbangkan banyak faktor yang akan sangat berbeda setiap orang sesuai dengan profil resiko, keuangan dan aspirasi individu.

Namun, ia menekankan pentingnya rumah sebagai proteksi hari tua.

"Saat kita pensiun, penghasilan kita akan berkurang atau bahkan hilang sepenuhnya. Sehingga akan ada risiko beban keuangan yang besar jika kita masih harus menyewa tempat tinggal pada saat pensiun. Rumah bisa juga diwariskan untuk mengurangi beban anak kita di masa depan," terang Wahyu.

Untuk bisa matang membeli rumah, Wahyu pun mengedepankan pentingnya perencanaan keuangan perlu dilakukan sebagai langkah awal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara berinvestasi di aset keuangan (saham, reksadana, obligasi, dan lain-lain).

Alternatif lain

Pilihan juga merujuk pada bagaimana luasnya produk yang disediakan pasar. Artinya, mereka yang ingin membeli maupun menyewa sebetulnya punya beragam opsi yang bisa disesuaikan dengan kantong masing-masing.

Menurut Wahyu, alternatif yang bisa diambil pekerja muda adalah dengan sewa tempat tinggal seperti kos, apartemen dan mengontrak yang lokasinya dekat dengan tempat kerja. Selain itu, jika belum menikah juga bisa mempertimbangkan untuk co-living sehingga menghemat biaya.

Sementara menurut Adinda, dinamika pasar properti sebetulnya cukup sigap menjawab kebutuhan konsumen. Ia mencontohkan banyaknya pengembang yang membangun kompleks perumahan di daerah satelit yang dekat dengan akses tol dengan harga yang jauh lebih murah dari di tengah kota. Atau, hunian lengkap dengan perabot yang bisa disewa dalam jangka panjang.

Uang muka yang tinggi kerap jadi penghambat yang menyurutkan niatan membeli rumah. Terkait hal ini, Adinda memaparkan bagaimana banyak opsi uang muka yang sebenarnya ditawarkan pasar.

"Misalnya model bekerja sama dengan bank atau langsung ke pengembangnya, ada tawaran," jelasnya.

Tak hanya itu, di tengah tren bekerja dari rumah (work from home/WFH) dan hybrid (bergantian antara bekerja dari rumah atau kantor), membeli rumah di kota-kota kecil yang harganya lebih ramah di kantong sebetulnya bisa jadi alternatif.

Isu ini sebetulnya sempat diangkat oleh seorang warganet yang membangun rumah di sebuah kota di Jawa Tengah, meski banyak menuai kritik pedas terkait gentrifikasi. Ini merujuk pada perpindahan warga dengan kelas pendapatan lebih tinggi ke wilayah yang standar hidupnya lebih rendah dan berpotensi menimbulkan kenaikan harga-harga di atas pemasukan warga lokal.

Meski enggan mengomentari isu gentrifikasi, Wahyu berpendapat bahwa dari perspektif bisnis dan ekonomi, kepadatan penduduk yang meningkat akan menarik minat pengembang dan investor untuk mengembangkan daerah tersebut dan meningkatkan ekonomi secara lokal. Catatannya, pemerintah harus hadir sebagai regulator agar tak merugikan warga setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.