Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Toleransi Harus Jadi Cara Berpikir bagi Semua Generasi

📅 Jumat, 22 Sep 2023, 01:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Toleransi Harus Jadi Cara Berpikir bagi Semua Generasi Doc: istimewa
Ket. Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo

JAKARTA - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo menilai toleransi harus menjadi cara berpikir dan bernalar semua generasi demi menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia.

Romo Benny menjelaskan saat ini adanya gerakan anti-keberagaman yang dapat digunakan untuk memecah-belah bangsa. "Toleransi itu tidak hanya sekadar menghormati perbedaan, tapi toleransi sudah menjadi habitualisasi (kebiasaan, red.) bangsa. Toleransi harus menjadi cara berpikir dan bernalar semua generasi, memahami bahwa kita hidup saling berdampingan serta bersaudara. Walaupun berbeda agama atau keyakinan, kita tetap ada satu ikatan, yaitu Bhinneka Tunggal Ika," kata Romo Benny di Jakarta, Kamis (21/9).

Lebih lanjut, dia menjelaskan prinsip Bhinneka Tunggal Ika merupakan bagian dari sejarah Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Bhinneka Tunggal Ika harus tetap dijaga dari ancaman kepentingan-kepentingan sesaat yang menggunakan politik sebagai alat itu untuk memecah belah bangsa ini.

Menurut dia, merawat keragaman adalah tanggung jawab seluruh anak bangsa demi keutuhan NKRI. "Keragaman Indonesia sangat membanggakan kita, terbukti dengan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memuji Indonesia karena mampu menjaga kemajemukannya, sehingga bangsa ini tidak bisa dipecah belah oleh ancaman politik maupun kepentingan sesaat yang membenturkan berbagai kelompok masyarakat. Kita harus bangga bahwa ancaman tersebut tidak terjadi di bumi Indonesia," tutur Romo Benny.

Dia pun mengingatkan perbedaan dan keragaman itu harus dikelola dengan baik, karena banyak negara terjebak dalam konflik berkepanjangan karena tidak dapat mengelola perbedaan yang ada. Kehancuran negara-negara itu biasanya ditandai dengan semakin maraknya narasi intoleransi dan radikalisme bertebaran di berbagai media massa dan internet, ucap Romo Benny menambahkan.

Romo Benny menilai jika perbedaan itu tidak dibendung dan ditanggulangi secara cepat dan efektif, maka runtuhnya peradaban suatu bangsa hanya akan menunggu waktu.

Terkait itu, dia menyampaikan Pancasila tetap harus menjadi pedoman utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Sebagai warga negara Indonesia, kita harus memiliki jiwa patriotik, bangga terhadap bangsanya sendiri dengan cara berusaha mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian-nya," ujar Romo Benny.

Dia menyebut Pancasila bukan hanya ideologi hidup yang mengatur persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan, melainkan juga ideologi praktis dalam keseharian dan pekerjaan. "Menjiwai Pancasila seharusnya bisa dilihat pada produk regulasi pemerintah yang muaranya akan mengarahkan berbagai lapisan masyarakat untuk hidup dalam satu kesatuan," ujar Romo Benny.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

44 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.