Cegah Antraks, Perbanyak Rumah Pemotongan Hewan dan Edukasi Peternak
📅 Jumat, 22 Sep 2023, 13:35 WIB | Oleh: Tim PenulisWabah penyakit hewan memiliki konsekuensi ekonomi yang besar bagi pemasok lokal dan bahkan peternak besar. Dampak ini dirasakan saat wabah penyakit mulut dan kuku pada berbagai jenis hewan ternak yang mewabah sejak Mei 2022 dan meluas hingga ke 27 provinsi di Indonesia.
Tambah pusat pemotongan hewan dan edukasi publik
Untuk mengatasi risiko kesehatan dan ekonomi, pemerintah pusat dan daerah perlu meningkatkan jumlah, cakupan, dan kapasitas RPH di berbagai daerah. Peternak kecil perlu diarahkan untuk menggunakan jasa penyembelihan di RPH.
Dengan demikian, keamanan pangan asal hewan akan terjaga, karena RPH telah menerapkan berbagai standar keamanan, kehalalan, dan mutu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain peningkatan dari sisi fasilitas dan infrastruktur, pemerintah perlu mensosialisasikan kepada peternak kecil mengenai manfaat penyembelihan di RPH. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan koperasi ternak, edukasi oleh dokter hewan Dinas, ceramah atau diskusi keagamaan, dan kegiatan pengabdian masyarakat oleh perguruan tinggi.
Momen Iduladha juga perlu dimanfaatkan sebagai momen edukasi. Karena pada momen tersebut ada banyak peternak kecil yang menyembelih hewan ternaknya.
Kita perlu menumbuhkan keyakinan yang benar bahwa penyembelihan hewan di RPH akan bermanfaat tidak hanya untuk mencegah dan mengendalikan antraks, tapi juga untuk mengawasi berbagai penyakit zoonotik dan menjaga kesehatan masyarakat.![]()
Sebaiknya Anda baca juga:
Vincentius Arca Testamenti, Peneliti di Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!