Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

8 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, BMKG Minta Warga Hati-hati

📅 Jumat, 22 Sep 2023, 10:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
8 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, BMKG Minta Warga Hati-hati Doc: Antara / HO Pusdalops BPBD Kabupaten PPU
Ket. Ilustrasi - Karhutla di Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kamis (21/9).

BALIKPAPAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mendeteksi delapan titik panas tersebar di dua kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan telah diinformasikan ke pihak terkait untuk penanganan.

"Delapan titik panas tersebut terpantau sepanjang Kamis mulai pukul 01.00 hingga 24.00 Wita," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman-Sepinggan Balikpapan Diyan Novrida di Balikpapan, Jumat (22/9).

Titik panas merupakan indikator kebakaran hutan atau lahan (karhutla) yang terdeteksi dari suatu lokasi, dengan suhu relatif tinggi dibandingkan dengan suhu di sekitarnya.

Untuk itu, ia mengajak semua lapisan masyarakat saling menjaga dan waspada, seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan, kemudian tidak melakukan pembakaran saat mengelola lahan agar tidak terjadi karhutla.

Sebaran delapan titik panas ini telah diinformasikan ke pihak terkait di wilayah kerja masing-masing, termasuk ke Badan Penanggulangan BencanaDaerah (BPBD) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Dua kabupaten/kota yang terpantau delapan titik panas tersebut yakni Kota Balikpapan terdapat empat lokasi, kemudian Kabupaten Kutai Timur terdeteksi empat titik panas.

Rinciannya adalah di Kota Balikpapan yang terpantau empat titik, semuanya berada di Kecamatan Balikpapan Kota dan semuanya memiliki tingkat kepercayaan menengah.

Kemudian empat titik yang berada di Kabupaten Kutai Timur tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bengalon ada satu titik dengan tingkat kepercayaan tinggi dan Kecamatan Muara Ancalong terdapat tiga titik yang memiliki tingkat kepercayaan berbeda yakni rendah dan menengah.

"Untuk mencegah meluas atau bertambahnya titik panas, kami imbau semua pihak tidak sembarangan melakukan pembakaran, karena banyak daun dan ranting kering yang rawan terbakar walau terkena sedikit percikan bara atau api," kata Diyan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.