Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Investasi Rp1,5 Triliun untuk Stasiun Pengisian Daya EV Terbengkalai

📅 Selasa, 19 Sep 2023, 08:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Investasi Rp1,5 Triliun untuk Stasiun Pengisian Daya EV Terbengkalai Doc: ANTARA/REUTERS/Stringer
Ket. Ilustrasi - Seorang petugas menghubungkan kabel pengisi daya ke kendaraan listrik (EV) di stasiun pengisian daya.

JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan menginvestasikan dana sebesar 100 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,5 triliunan untuk pemeliharaan dan perbaikan stasiun pengisian daya EV yang terbengkalai.

The Verge pada Selasa (19/9) mengabarkan, ada lebih dari 6.000 stasiun pengisi daya EV yang saat ini tidak dapat digunakan. Data tersebut bersumber dari database pemerintah AS, dan mewakili sekitar empat persen dari total jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik yang tersedia.

Dana dalam perbaikan ini dilaporkan berasal dari investasi pemerintah sebelumnya sebesar 7,4 miliar dolar AS (Rp113,8 triliun), dalam teknologi pengisian daya kendaraan listrik yang disetujui berdasarkan Undang-Undang Infrastruktur Bipartisan tahun 2021.

Selain perbaikan stasiun pengisian daya yang rusak, pemerintah saat ini juga berupaya memasang ribuan stasiun pengisian kendaraan listrik baru di sepanjang jalan raya utama AS. Proyek ini diperkirakan bernilai sekitar 1 miliar dolar AS (Rp15,3 triliun).

Kejadian ini dapat memberikan dampak buruk bagi perkembangan kendaraan listrik di AS. Sementara pemerintah telah mendukungekosistem dengan berbagai insentif agar berkembang, di sisi lain infrastruktur juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

"Bayangkan jika GPS membawa Anda ke pengisi daya yang jangkauannya hanya tersisa beberapa mil, namun Anda baru mengetahui bahwa pengisi daya tersebut tidak berfungsi," tulis The Verge.

Basis data Departemen Energi menyatakan bahwa terdapat 151,506 port pengisian daya publik yang tersedia di AS. Dari jumlah tersebut, 6.261 unit tidak beroperasi karena berbagai alasan mulai dari pemeliharaan, kerusakan, hingga masalah listrik.

Dengan demikian, pendanaan baru sebesar 100 juta dolar AS itu, diharapkan dapat menutupi biaya penggantian dan perbaikan. Departemen Transportasi AS mengatakan bahwa uang tersebut akan diberikan melalui proses pengajuan yang disederhanakan yang mencakup pengisi daya milik publik dan swasta yang dapat diakses oleh publik tanpa batasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”
    Preview komentar:
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
  • Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan
    Preview komentar:
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
  • Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif
    Preview komentar:
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Menkes Dorong Dokter Indone...

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.