Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PLTU Cemari Lahan Pertanian dan Perairan

📅 Senin, 18 Sep 2023, 00:08 WIB | Oleh: Tim Redaksi
PLTU Cemari Lahan Pertanian dan Perairan Doc: ISTIMEWA
Ket. SUSAN HERAWATI Sekjen Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan - Pembangunan PLTU menjadi salah satu proyek yang mengancam kehidupan nelayan sebagai produsen pangan laut.

» Nelayan dan petani telah menyuarakan keprihatinan selama lebih dari satu dekade mengenai dampak buruk dari aktivitas pembangkit listrik dan pembuangan limbah.

» Semakin lama manusia menaburkan industri kotor sambil menuai polusi maka makin rumit pula mengatasi dampaknya.

JAKARTA - Beberapa desa di pesisir di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, baru-baru dilaporkan sudah terkena dampak parah akibat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon 1. Keberadaan pembangkit tersebut telah mencemari lahan pertanian dan wilayah perikanan warga, sehingga mengakibatkan berkurangnya pendapatan dan mata pencaharian penduduk selama lebih dari satu dekade.

Polusi dan perambahan yang dilakukan pabrik tersebut berdampak langsung pada lahan pertanian dan daerah penangkapan ikan setempat.

Warga, terutama nelayan dan petani, telah menyuarakan keprihatinan selama lebih dari satu dekade mengenai dampak buruk dari aktivitas pembangkit listrik dan pembuangan limbah, yaitu ikan sudah tidak banyak lagi di laut tempat nelayan mencari mata pencaharian.

Selain itu, proses pembakaran batu bara di PLTU Cirebon 1 telah menimbulkan dampak pada kualitas produksi garam di area tersebut.

Akibat pembakaran batu bara di situ, otomatis banyak debu batu bara beterbangan dan mengkristal bersama garam. Berbeda dengan garam di daerah-daerah lain.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa emisi fasilitas tersebut telah menyebabkan masalah pernapasan.

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, yang diminta pendapatnya mengatakan kerugian nelayan yang disebabkan oleh PLTU Cirebon tidak sedikit. Nelayan sebagai penghasil ikan menanggung kerugian ekonomi dan sosial.

"Aktivitas PLTU Cirebon sudah sangat merugikan masyarakat lokal terutama nelayan. Wajar kalau PLTU Cirebon 1 masuk dalam daftar utama pensiun dini PLTU batu bara," tegas Bhima.

Di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) ada imbauan bagi warga agar mewaspadai bahaya polusi karena berpotensi menimbulkan sejumlah penyakit. Jakarta sendiri dalam beberapa waktu terakhir selalu menjadi kota paling polutif di dunia akibat dikepung PLTU batubara ditambah emisi kendaraan bermotor yang tidak terkendali.

Beban Jakarta pun harus dikurangi dengan menciptakan moda transportasi massal yang memadai serta penerapan jalan berbayar secara elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP) yang bertujuan mengurangi jumlah kendaraan di jalan. Selain itu, Pemerintah harus berani dan tegas mengambil langkah dengan memensiunkan lebih dini PLTU Batubara.

Instrumen Hukum

Guru Besar Ilmu Hukum Lingkungan Administrasi, Fakultas Hukum, Universitas Airlangga, Surabaya, Suparto Wijoyo, baru-baru ini mengatakan penggunaan energi fosil telah mempertaruhlan kesehatan bumi dari ancaman pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.