Tradisi Rebutan Apem, Simbol Keselamatan dan Tolak Bala di Boyolali
📅 Sabtu, 16 Sep 2023, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Bambang Dwi Marwoto
BOYOLALI - Ribuan warga berebut apem di objek wisata Umbul Pengging Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (15/9), ketika berlangsung tradisi Sebar Apem Keong Mas sebagai simbol keselamatan atau tolak bala hama penyakit tanaman padi.
Sebar ApemKeong Mas digelar tiap tahun pada bulan Sapar (kalender Jawa) danditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 2020 dan kini semakin meriah karena diikuti ribuan orang dari berbagai daerah.
Menurut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Boyolali Budi Prasetyaningsih Sebar Apem Keong Mas digelar di halaman Masjid Jiptomulyo Pengging usai shalat Jumat (15/9).
Budi Prasetyaningsih mengatakan apem kukus keong mas tersebut berbeda dengan epem lainnya, dibuat dengan dibungkus daun kelapa muda atau janur kuning kemudian dikukus.
Dalam Sebar ApemKeong Mas kali ini ada 30.000 apemyang diperebutkan. Apem-apemtersebut dibuat oleh warga Pengging.
Sebar apemkali ini sangat ramai lantaran selama pandemi terhenti dan warga hanya menggelar secara terbatas.
Budi Prasetyaningsihmengatakan tradisi yang merupakan warisan budaya nasional ini harus dijaga kelestariannya.
"Banyak pengunjung yang hadir dari berbagai daerah ingin melihat langsung sebaran apem kukus keong mas di Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali ini," katanya.
Joko (40), salah satu warga Boyolali ikut berebut apem kukus keong mas untuk lahan sawahnya agar mendapat hidayah tanaman padinya aman dan sehat tidak diserang hama penyakit tanaman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!