Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tingkatkan Kualitas SDM, Rakyat Perlu Didampingi Kelola Mangrove untuk Investasi Karbon

📅 Sabtu, 16 Sep 2023, 22:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Kualitas SDM, Rakyat Perlu Didampingi Kelola Mangrove untuk Investasi Karbon Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK Dr. Ir. Bambang Supriyanto (tengah berdiri) dalam diskusi tata kelola ekosistem karbon biru untuk mencapai Folu Net Sink 2030 di Jakarta, Sabtu (16/9/2023).

Jakarta - Tingkatkan kualitas SDM, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Supriyanto menyatakan bahwa rakyat perlu didampingi dalam mengelola mangrove untuk investasi karbon.

"Pendampingan masyarakat menjadi kunci, mangrove punya potensi peluang bisnis untuk ekowisata, kalau mangrove diberikan kepada masyarakat, 60 persen untuk dilindungi, dan 40 persen boleh diolah untuk masyarakat, misalnya budi daya atau tambak," kata diadalam diskusi tata kelola ekosistem karbon biru untuk mencapai Folu Net Sink 2030 di Jakarta, Sabtu.

Iamenjelaskanpengelolaan mangrove sebagai hutan sosial oleh masyarakat ini termasuk salah satu upaya untuk mendukung peta jalan Indonesia's Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net Sink 2030, di mana penyerapan atau penyimpanan karbon menjadi tujuan utama untuk mengurangi emisi.

"FOLU itu pasti ada hubungannya dengan manusia, dan peran komunitas untuk menjaga mangrove itu penting untuk menentukan apakah energinya akan digunakan secara negatif (misalnya penebangan ilegal, red.) atau positif (energi untuk merestorasi, red.)," ujar dia.

Ia memaparkansaat ini ada 3,31 juta hektare hutan mangrove di Indonesia, dan 422 ribu hektare di antaranya bersinggungan dengan komunitas masyarakatdan yang 115 ribu hektare di antaranya sudah diberikan dalam bentuk perhutanan sosial.

"Kalau masyarakat sudah berinvestasi pada hutan mangrove, pasti akan dijaga, dan dari indikator ekologinya juga pasti akan meningkat, karena kandungan karbon yang ada di dalam mangrove itu bisa 6-10 kali lebih besar dari hutan terestrial (hutan di darat)," katanya.

Oleh karena itu, ia menyimpulkan ada lima hal terkait isu tata kelola untuk mencapai Folu Net Sink 2030, pertamayakni memanfaatkan modal yang ada (hutan mangrove), kedua, investasi pada masyarakat agar mau mengelola ekosistem mangrove.

Ketiga, memperkuat program pendampingan pengelolaan mangrove kepada masyarakat, baik melalui lembaga-lembaga swadaya masyarakat, akademisi, swasta, maupun pemerintah itu sendiri.

Keempat, mengatur pola kemitraan, seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2023 tentang Perencanaan Terpadu Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial, yang mengatur bahwa Presiden tidak hanya menugaskan KLHK untuk kehutanan sosial ini, tetapi juga melibatkan lintas sektoral, utamanya gubernur, wali kota, dan bupati.

"Jadi kalau ada mangrove kitaoverlay(petakan) kemudian masuk ke dalam kawasan hutan, dan itu belum ada izin perhutanan sosialnya, maka bisa jemput bola, bentuk kelompok tani hutannya, kemudian beri akses itu dan dampingi supaya dia bisa memberikan kebermanfaatannya," katanya.

Tata kelola yang kelima, yakni memperkuat sistem kehutanan sosial yang sudah dibangun, dengan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memastikan bahwa investasi yang sudah dilakukan akan bermanfaat untuk jangka panjang.

"Kalau proyek hutan sosial atau FOLUNet Sink ini misalnya hanya berlangsung tiga tahun, tetapi proyek dengan masyarakat itu kan berlangsung selamanya, karena keberlanjutan usaha itu akan memastikan masyarakat mendapatkan manfaat tiga kali lipat, sehingga akan menjaga pula keberlanjutan investasinya," demikian Bambang Supriyanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.