Perlu Diwaspadai, 5 Pencemar Udara yang Berisiko Tinggi Merusak Kesehatan
📅 Kamis, 14 Sep 2023, 14:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation
Putri Nilam Sari, Universitas Andalas
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa hampir seluruh populasi dunia (99%) terpapar udara yang mengandung zat berbahaya melebihi batas minimal yang masih dapat ditoleransi sesuai ketentuan WHO. Hal ini menjadi faktor risiko kematian utama di kota-kota besar.
Polusi udara berkontribusi terhadap 1,6 juta kematian atau 17% dari seluruh kematian di Cina. Di Kota Bangkok, Thailand, ditemukan peningkatan rawatan rumah sakit akibat penyakit pernapasan dan kardiovaskular akibat polusi udara.
Sementara itu, di India, ada sekitar 23% pasien asma bermukim di daerah dengan kadar polusi udara yang tinggi.
Sedangkan di Jakarta, polusi udara dapat berkontribusi terhadap 50 ribu kasus rawat inap karena penyakit pernapasan dan kardiovaskular, 7 ribu masalah kesehatan serius terhadap anak-anak, dan berkontribusi terhadap 10 ribu kematian setiap tahunnya. Dalam berapa pekan terakhir, kualitas udara di Jakarta begitu buruk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pencemar di udara tidak hanya terlihat sebagai kabut yang memengaruhi jarak pandang, melainkan terdapat zat kimia berbahaya tidak kasat mata yang lebih mengkhawatirkan dan bisa merusak kesehatan.
Berikut adalah lima pencemar udara utama (criteria air pollutant) yang berpengaruh terhadap kesehatan.
1. Partikulat
Sebaiknya Anda baca juga:
Ukuran partikulat beragam dari ukuran paling kasar hingga paling halus yaitu PM10 (≤ 10 mikron), PM2,5 (≤ 2,5 mikron), dan ultra fine particulate (≤ 0,1 mikron).
Sebagai perbandingan, diameter partikel PM10 adalah 1/7 diameter rata-rata rambut manusia atau kurang. Saat terhirup, partikulat yang kasar akan tetap berada di saluran pernapasan bagian atas. Namun semakin halus ukurannya, partikulat akan bertahan dalam permukaan alveoli (kantung halus di paru-paru tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida) dan menyebabkan kerusakan fungsi paru.
Partikulat dapat membawa alergen ke dalam paru-paru dan menyebabkan respons berlebihan saluran napas. Selain itu, partikulat yang sangat halus dapat memasuki saluran peredaran darah dan meningkatkan berbagai risiko kesehatan terutama penyakit kardiovaskular.
Partikulat terutama berasal dari kendaraan bermotor, pembangkit listrik, fasilitas industri, pembakaran sisa panen, dan kebakaran hutan.
2. Karbon Monoksida (CO)
CO adalah gas beracun dan mematikan yang tidak berbau serta tidak berasa. Gas ini berasal dari pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar fosil.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!