Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lembaga Jasa Keuangan Diminta Lebih Banyak Ciptakan Produk Hijau

📅 Kamis, 14 Sep 2023, 00:05 WIB | Oleh:
Lembaga Jasa Keuangan Diminta Lebih Banyak Ciptakan Produk Hijau Doc: ISTIMEWA
Ket. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara

JAKARTA - Pemerintah mengatakan masa depan Indonesia sangat bergantung pada kesiapan di sektor kesehatan, hilirisasi sumber daya alam (SDA) dan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), digitalisasi, dan green economy.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, saat menjadi keynote speaker dalam acara CIMB Niaga-The Cooler Earth Sustainability Summit 2023 mengatakan setelah pandemi, tahapan berikutnya yang sedang diupayakan adalah hilirisasi produk yang pada ujungnya harus ditangkap atau dimanfaatkan sektor UMKM.

"Kita ingin sumber daya alam yang besar itu diolah lebih lanjut, dihilirkan, dan di satu titik nanti ditangkap oleh UMKM sebagai bentuk pengembangan ekonomi lebih lanjut, lebih efisien, lebih produktif," kata Suahasil.

Sedangkan digitalisasi, katanya, bukan hanya dimaknai sebagai membuat aplikasi, tetapi telah berkembang hingga isu terkait intelegensi buatan/artificial intelligence (AI).

Terkait dengan ekonomi hijau, Suahasil mengatakan Indonesia sudah membuat komitmen pada dunia untuk mengurangi emisi karbon 31,8 persen dengan usaha sendiri dan dengan bantuan internasional 42 persen pada 2030. Sedangkan dalam jangka panjang targetnya nol emisi atau net zero emission (NZE) pada 2060 mendatang.

Ajak Berkontribusi

Dalam mencapai komitmen tersebut, Wamenkeu mengajak semua stakeholders termasuk lembaga jasa keuangan untuk berkontribusi mendukung ekonomi yang berkelanjutan.

"Dalam menjabarkan target-target tersebut banyak menumbuhkan peluang bisnis yang bisa diambil oleh perbankan sebagai lembaga yang memainkan peranan penting dalam perekonomian, khususnya pembiayaan," kata Suahasil.

Bank diharapkan lebih banyak menciptakan produk-produk yang berbasis pada ekonomi hijau, karena permintaan global ke depan salah satunya mensyaratkan dalam prosesnya harus memanfaatkan pembiayaan yang berkelanjutan.

Direktur Utama CIMB Niaga, Lani Darmawan, dalam acara bertajuk Sustainability in Action: Opportunities for a Better Tomorrow in Indonesia itu mengatakan sebagai salah satu entitas bisnis jasa keuangan, pihaknya mendukung program pemerintah mengatasi perubahan iklim, mengupayakan pembangunan berkelanjutan, serta menurunkan emisi gas rumah kaca hingga terwujudnya net zero emission (NZE) paling lambat pada 2060, sebagaimana tertuang dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Nasional
BMKG: Hari Ini Berpotensi T...
Daerah
Makassar Buka Audisi Terbuk...
Nasional
BMKG Ingatkan Warga Tajung ...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.