Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

LCT Dukung Integrasi Masyarakat Ekonomi Asean

📅 Senin, 11 Sep 2023, 11:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
LCT Dukung Integrasi Masyarakat Ekonomi Asean Doc: ISTIMEWA
Ket. IIss Savitri Hafid, Direktur Departemen Internasional BI

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai implementasi transaksi mata uang lokal atau local currency transaction (LCT) mendukung integrasi Masyarakat Ekonomi Asean. Integrasi Masyarakat Ekonomi Asean tidak hanya dilihat dari sisi perdagangan dan investasi atau aliran barang dan jasa, tetapi juga perlu adanya sistem pembayaran yang memfasilitasi dan mempermudah transaksi tersebut.

"Penggunaan langsung mata uang lokal untuk transaksi pembayaran di Asean seperti rupiah, ringgit, baht juga akan mengurangi permintaan dan kebutuhan akan mata uang asing yang dominan seperti dollar AS, euro atau yen Jepang," jelas Direktur Departemen Internasional Bank Indonesia (BI) Iss Savitri Hafid dalam bincang virtual di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Dengan berkurangnya ketergantungan pada mata uang asing terutama mata uang yang dominan, diharapkan dapat mengurangi volatilitas risiko yang dihadapi pengekspor dan importir akibat perubahan nilai tukar, dan biayanya akan lebih murah. Melalui penerapan LCT, diharapkan ketika terjadi tekanan pada suplai dari dollar AS, kondisi itu tidak terlalu mempengaruhi atau tidak diperparah oleh permintaan yang riil untuk perdagangan.

Menurut dia, dampak yang lebih besar dari LCT akan terlihat ketika semakin banyak negara yang memiliki kerja sama untuk LCT dan semakin banyak importir dan pengekspor yang memanfaatkan skema LCT. "Tentunya kami dari otoritas terus akan mempromosikan dan juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan prosesnya lebih mudah, lebih cepat dan lebih murah," ujarnya.

Menurut keterangan Bank Indonesia, saat ini telah terdapat implementasi kerja sama LCT antara Indonesia dengan sejumlah negara di kawasan, yaitu Malaysia, Thailand, Jepang, dan Republik Rakyat Tiongkok. Sementara itu, dengan Singapura dan Korea Selatan telah diperoleh kesepakatan bersama untuk membangun implementasi kerja sama LCT dengan Indonesia.

Pembentukan Satgas

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman tentang kerja sama dan koordinasi dalam rangka peningkatan penggunaan mata yang lokal dalam transaksi Indonesia dengan negara mitra di Jakarta. Menurut keterangan resmi, acara penandatanganan dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Nasional LCT atau transaksi mata uang lokal.

Kerangka kerja sama LCT merupakan salah satu kesepakatan dalam deklarasi para pemimpin pada KTT Ke-42 Asean di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Sebaiknya Anda baca juga:

Hal ini bertujuan mendukung stabilitas ekonomi dengan mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral antarnegara Asean.

Pembentukan satuan tugas nasional tersebut melibatkan 10 lembaga negara dan kementerian. Pembentukan Satgas Nasional LCT diyakini akan menjadi wadah koordinasi yang makin memperkuat sinergi kebijakan antarkementerian/ lembaga dalam upaya meningkatkan penggunaan uang lokal pada transaksi bilateral Indonesia dengan negara mitra utama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.