• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Laki Sebagai Pemburu dan P...

Laki Sebagai Pemburu dan Perempuan Pengumpul Hanya Mitos

Senin, 11 Sep 2023, 06:10 WIB

Sudah lama diterima sebagai aksioma bahwa laki-laki sebagai pemburu dan perempuan sebagai pengumpul. Namun penelitian baru menghancurkan mitos tersebut yang telah dianggap sebagai kebenaran.

Bukti-bukti arkeologis dan antropologis telah membuktikan perempuan dipandang dalam masyarakat berburu berperan sebagai pengumpul. Namun penelitian terbaru mendukung bukti-bukti sebelumnya yang bertentangan dengan kepercayaan umum.

Ket. Foto: — Sumber: afp/ Eric Feferberg

Dalam artikel berjudul The Myth of Man the Hunter: Women's contribution to the hunt across ethnographic contexts yang diterbitkan di jurnal Plos One menyatakan 79 persen dari masyarakat tersebut aktif berburu, menggunakan berbagai strategi dan bahkan mengajarkan praktik berburu.

Studi ini menganalisis data dari 63 masyarakat pencari makan di seluruh dunia. Dari hasil ini para penulis artikel mendesak dilakukannya penilaian ulang terhadap peran gender dalam budaya mencari makan di masa lalu dan masa kini, dengan menyoroti perlunya menghindari bias dalam penafsiran arkeologis.

Dalam laporan yang ditulis oleh Abigail Anderson, Sophia Chilczuk, Kaylie Nelson, Roxanne Ruther and Cara Wall-Scheffler, pada 28 Juni 2023, dari data dari masyarakat pencari makan di seluruh dunia menunjukkan bahwa perempuan sering kali berburu hewan besar dengan terampil.

Analisis data dari puluhan kelompok masyarakat pencari makan di seluruh dunia menunjukkan bahwa setidaknya 79 persen dari kelompok tersebut, perempuan ikut serta dalam perburuan. Hal ini menantang anggapan yang selama ini berlaku bahwa berburu hanyalah kegiatan laki-laki, sedangkan pengumpulan hanya diperuntukkan bagi perempuan.

Dalam penelitian yang dipimpin Abigail Anderson dari Seattle Pacific University, AS, ia mengatakan kepercayaan umum menyatakan bahwa di antara populasi yang mencari makan, laki-laki biasanya berburu hewan sementara perempuan mengumpulkan produk tanaman untuk dimakan. Namun, semakin banyaknya bukti arkeologis dari seluruh sejarah manusia dan prasejarah menantang paradigma ini.

"Misalnya, perempuan di banyak masyarakat ditemukan terkubur di samping alat berburu hewan besar," kata Anderson seperti dikutip dari Scitech Daily.

Untuk menyelidiki kemungkinan tersebut, ia dan empat rekannya menganalisis data dari 100 tahun terakhir mengenai 63 masyarakat pencari makan di seluruh dunia, termasuk masyarakat di Amerika Utara dan Selatan, Afrika, Australia, Asia, dan kawasan Oseanik. Dari data ini mereka menemukan perempuan berburu di 79 persen masyarakat yang dianalisis, terlepas dari status mereka sebagai ibu.

Lebih dari 70 persen perburuan yang dilakukan oleh perempuan nampaknya disengaja berbeda dengan pembunuhan oportunistik terhadap hewan yang ditemui saat melakukan aktivitas lain, dan perburuan yang disengaja oleh perempuan tampaknya menargetkan hewan buruan dalam berbagai ukuran, paling sering hewan besar.

Analisis tersebut juga mengungkapkan bahwa perempuan secara aktif terlibat dalam pengajaran praktik berburu dan bahwa mereka seringkali menggunakan pilihan senjata dan strategi berburu yang lebih beragam dibandingkan laki-laki.

Stereotip

Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa, di banyak masyarakat pencari makan, perempuan adalah pemburu yang terampil dan memainkan peran penting dalam praktik tersebut, menambah bukti yang menentang persepsi lama tentang peran gender dalam masyarakat pencari makan.

Para penulis mencatat bahwa stereotip ini telah mempengaruhi penelitian arkeologi sebelumnya, misalnya beberapa peneliti enggan menafsirkan benda-benda yang dikuburkan bersama perempuan sebagai alat berburu.

Mereka menyerukan evaluasi ulang terhadap bukti-bukti tersebut dan kehati-hatian agar tidak menyalahgunakan gagasan laki-laki sebagai pemburu dan perempuan sebagai pengumpul dalam penelitian di masa depan.

"Bukti dari seluruh dunia menunjukkan bahwa perempuan berpartisipasi dalam perburuan subsistem di sebagian besar budaya," kata Anderson.hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.