3.780 Warga Terpaksa Mengungsi
📅 Senin, 11 Sep 2023, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-BPBD Donggala
PALU - Sebanyak 3.780 warga terpaksa mengungsi pada Sabtu (9/9) malam setelah terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
"Warga mengungsi di depan rumah mereka masing-masing karena masih trauma dan khawatir terjadi gempa bumi susulan yang bisa merusakkan rumah," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala Moh Fickri Vetran dalam keterangan di Jakarta, Minggu (10/9).
Fickri mengatakan, untuk warga yang tinggal di dekat pesisir pantai telah mendirikan tenda secara mandiri di dataran tinggi sebagai antisipasi apabila terjadi gempa bumi susulan yang berpotensi tsunami.
Pihak BPBD Kabupaten Donggala akan mendirikan tenda pengungsi apabila diperlukan ketika masih ada warga yang mengungsi karena sudah ada warga yang kembali ke rumah masing-masing.
Ia menjelaskan kaji cepat lanjutan dilakukan untuk menghitung jumlah kerusakan bangunan termasuk upaya pencarian dan pertolongan warga terdampak gempa bumi dengan hasil pendataan sementara terdapat tiga rumah mengalami rusak ringan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tim terus menyisir beberapa lokasi untuk asesmen lanjutan dan terkait korban jiwa belum ada laporan mengenai hal itu di wilayah Donggala," ujarnya.
Sementara itu, menurut laporan yang diterima Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guncangan gempa bumi magnitudo 6,3 ini turut dirasakan di beberapa wilayah selama sekitar satu sampai lima detik.
Adapun wilayah yang melaporkan ada guncangan kuat hingga lemah meliputi Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Toli-Toli.
Sebaiknya Anda baca juga:
Guna mencegah hal yang tidak diinginkan, BNPB mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertangungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta untuk melihat kondisi rumah masing-masing guna mengetahui terdapat kerusakan akibat gempa dan apabila ditemukan kerusakan segera laporkan kepada BPBD setempat atau melalui aparat desa/kelurahan setempat.
Kebutuhan Logistik
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah menyebut dua kecamatan di Kabupaten Donggala terdampak gempa tersebut. "Berdasarkan laporan sementara, ada dua kecamatan dan tiga desa yang terdampak gempa, yakni Desa Labean, Kecamatan Balaesang dan Desa Pomalulu dan Palau, Kecamatan Balaesang Tanjung," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Sulteng Andy A. Sembiring di Palu, Minggu.
Ia mengemukakan sebanyak 1.028 kepala keluarga (KK) atau 3.780 jiwa terdampak gempa di Desa Labean dan 93 KK atau 323 jiwa memilih untuk mengungsi di enam titik lokasi pengungsian.
Dari 93 KK yang mengungsi tersebut, terdapat 16 bayi, 30 balita, 40 warga lanjut usia (lansia), 68 anak, satu orang ibu hamil, dua disabilitas, dan dua orang sakit.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!