Pejabat Tinggi AS, Rusia, Tiongkok Berkumpul di KTT ASEAN Jakarta

Kamis, 07 Sep 2023, 09:37 WIB

JAKARTA - Wakil Presiden AS, Perdana Menteri Tiongkok, dan Menteri Luar Negeri Rusia akan berkumpul pada pertemuan puncak Asia Timur (East Asia Summit/EAS) di Jakarta, Indonesia pada Kamis (7/9), kesempatan langka untuk melakukan diplomasi langsung tingkat tinggi antara negara-negara yang sedang berselisih.

Pertemuan 18 negara ini akan mempertemukan Washington dan Beijing sehari setelah Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang memperingatkan negara-negara besar harus mengelola perbedaan mereka untuk menghindari "Perang Dingin baru", menjelang KTT G20 minggu ini di mana Presiden Xi Jinping tidak akan hadir.

Ket. Foto: Presiden Joko Widodo (kanan), berjalan bersama Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris, sebelum ASEAN Ð U.S. Summit di Jakarta, Rabu (6/9/2023). — Sumber: ANTARA/Media Center KTT ASEAN 2023/Dwi Prasetya

Interaksi antara para pejabat dari dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu akan diawasi dengan ketat saat mereka berupaya mengendalikan ketegangan yang berisiko berkobar lagi terkait isu-isu Taiwan hingga hubungan dengan Moskow dan persaingan untuk mendapatkan pengaruh di Pasifik.

"Untuk menjaga agar perbedaan tetap terkendali, yang penting saat ini adalah menentang sikap memihak, menentang konfrontasi blok, dan menentang Perang Dingin baru," kata Li kepada para pemimpin regional pada Selasa.

Wapres AS Kamala Harris Harris mengadakan pembicaraan sendiri dengan para pemimpin ASEAN mengenai "pentingnya menegakkan hukum internasional di Laut Tiongkok Selatan", menurut pernyataan dari kantor Wapres AS.

KTT Kamis ini akan menjadi pertama kalinya para pejabat tinggi Amerika dan Rusia duduk semeja dalam hampir dua bulan, setelah para pejabat Amerika dan Eropa mengecam diplomat tinggi Moskow pada pertemuan tingkat menteri bulan Juli lalu atas invasi Ukraina yang sedang berlangsung.

PM India Narendra Modi, PM Jepang Fumio Kishida, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, Presiden Kanada Justin Trudeau, PM Australia Anthony Albanese, serta para pemimpin ASEAN akan bergabung.

Pembicaraan tersebut terjadi beberapa bulan setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken melakukan perjalanan ke Beijing, kunjungan pertama diplomat paling senior AS dalam hampir lima tahun, di mana ia bertemu Xi serta mantan menteri luar negeri Qin Gang.

Poin Pembicaraan

Meskipun pertemuan tersebut dapat mempertemukan para pemain utama, namun kemampuannya membantu menyelesaikan berbagai perselisihan regional dan global masih terbatas, kata para ahli.

"Ini merupakan tanda kekuatan ASEAN untuk berkumpul, namun akhir-akhir ini kita dapat mengatakan KTT ASEAN telah gagal. KTT tersebut telah berubah menjadi forum untuk membicarakan pokok-pokok pembicaraan," kata Aaron Connelly, peneliti senior di lembaga pemikir IISS yang berbasis di Singapura.

Meskipun pertemuan Kamis ini akan lebih bersifat geopolitik, negara-negara besar memanfaatkan pembicaraan sebelumnya di Jakarta untuk memperkuat aliansi dan melobi blok Asia Tenggara.

Li melakukan perjalanan dengan proyek kereta cepat yang didanai Tiongkok antara ibu kota Jakarta dan kota Bandung dengan seorang menteri senior Indonesia pada Rabu.

Harris mengadakan pertemuan terpisah dengan Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr di sela-sela KTT tersebut.

"Wakil Presiden Harris menegaskan kembali komitmen kuat aliansi AS terhadap Filipina, dan menyoroti peran aliansi AS-Filipina dalam memastikan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan sejahtera," kata kantornya dalam sebuah pernyataan.

Presiden Korsel Yoon dilaporkan mendorong ASEN untuk melawan ancaman nuklir Korea Utara, dan menyerukan agar kerja sama militer dengan negara tersebut dihentikan.

Sekjen PBB Antonio Guterres juga akan berpidato di pertemuan puncak pada Kamis malam.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.