Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berita Gembira, Pertanian Rejang Lebong Belum Terdampak Akibat Pengaruh El Nino

📅 Selasa, 05 Sep 2023, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berita Gembira, Pertanian Rejang Lebong Belum Terdampak Akibat Pengaruh El Nino Doc: ANTARA/HO-Distankan Rejang Lebong
Ket. Pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim Tematik yang dilaksanakan Distankan Rejang Lebong bekerjasama dengan Stasiun BMKG Bengkulu belum lama ini.

Rejang Lebong - Berita gembira, Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan, dunia pertanian di daerah itu belum terkena dampak akibat pengaruh dari el nino yang terjadi di Tanah Air belakangan.

"Alhamdulillah saat ini di Kabupaten Rejang Lebong belum ada laporan dari masyarakat maupun petugas penyuluh pertanian kita yang menyebutkan terjadinya kekeringan dampak dari el nino yang melanda Tanah Air belakangan ini," kata Kepala Distankan Rejang Lebong Zulkarnain di Rejang Lebong, Senin.

Dia menjelaskan di daerah itu kendati sudah masuk musim kemarau namun masih sering turun hujan, selain itu ketersediaan air tanah juga masih cukup, sehingga sungai-sungai yang ada di Rejang Lebong masih tetap mengalir kendati debitnya mulai menyusut.

Sejauh ini dari 4.000 hektare lahan pertanian sawah di Kabupaten Rejang Lebong, kata dia, belum ada petani maupun petugas penyuluh pertanian yang melaporkan adanya sawah kekeringan sehingga terancam gagal panen.

"Di Kabupaten Rejang Lebong ini sawahnya tidak berada dalam satu hamparan, hanya ada spot-spot sehingga ada yang baru menanam padi, ada juga di beberapa tempat sudah panen," katanya.

Untuk mengantisipasi adanya kerugian yang dialami petani akibat kekeringan, pihaknya beberapa hari lalu bersama dengan petugas dari stasiun BMKG Bengkulu mengadakan sekolah lapang iklim yang dihadiri petugas penyuluh dan petani milenial.

Menurut dia, pada pelaksanaan sekolah lapang iklim tersebut diberikan pengetahuan mengantisipasi dampak dari el nino, di mana fokus pembahasannya bukan hanya terhadap tanaman padi sawah, tetapi juga tanaman lain sebagai bahan pangan alternatif yang tahan terhadap kekeringan seperti jagung dan jenis umbi-umbian.

Sementara itu memasuki musim kemarau kali ini telah memicu kenaikan harga jual beras di pasaran, hal ini menurut Zulkarnain merupakan hal yang wajar karena sarana produksi (saprodi) pengolahan tanaman padi semuanya sudah naik kecuali pupuk bersubsidi sehingga harus disesuaikan agar petani tidak rugi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.