Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyak Sekali, BMKG Deteksi 717 Titik Panas di Wilayah Sumatera

📅 Senin, 04 Sep 2023, 00:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banyak Sekali, BMKG Deteksi 717 Titik Panas di Wilayah Sumatera Doc: ANTARA/HO
Ket. BMKG deteksi 717 titik panas di Sumatera.

Pekanbaru - Banyak sekali, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (disingkat BMKG) Pekanbaru mendeteksi sebanyak 717 titik panas (hotspot) pada Minggu (3/9) 2023 di Sumatera akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbagai wilayah di Sumatera dan Sumatera Selatan.

Forecaster BMKG Pekanbaru, Ahmad Agus Widodo merincikan bahwa titik panas tersebut paling banyak terdeteksi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

"Jumlah hotspot di Sumsel mencapai 448 titik panas dari total 717 yang muncul di daerah lain di Sumatera," kata Ahmad di Pekanbaru, Minggu.

Ia menyebutkan, tercatat di Lampung sebanyak 89 titik panas, Bangka Belitung 71 titik panas, Jambi 52 titik panas, Riau 28 titik panas, Bengkulu 15 titik panas, Sumatera Barat 12 titik panas, Kepulauan Riau 1 titik panas, Aceh 1 titik panas.

"Dari 28 titik panas yang terdeteksi di Riau, sebagian besar terdapat di Indragiri Hilir sebanyak 14 titik panas, sementara Indragiri Hulu memiliki 1 titik panas, Rokan Hulu 2 titik panas, dan Pekanbaru 1 titik panas," kata Agus.

Karena itu ia meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan titik panas di wilayah ini. Kondisi cuaca yang ekstrem dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Semua pihak, katanya, diharapkan berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran yang dapat merugikan banyak pihak.

Kondisi cuaca di Riau pada Minggu (3/9) akan berubah-ubah sepanjang hari. Ahmad Agus Widodo mengatakan bahwa pada sore hingga malam hari, cuaca masih akan berawan dengan kemungkinan hujan ringan di wilayah-wilayah yang disebutkan tadi. Di dini hari, udara kembali akan menjadi kabur dengan berawan.

"Suhu udara Minggu (3/9) berkisar antara 23.0 hingga 34.0 °C, sementara kelembapan udara berada dalam rentang 45 hingga 95 persen. Angin akan bertiup dari arah selatan ke barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 km/jam," katanya.

Gelombang laut di perairan Provinsi Riau perkirakan rendah, berkisar antara 0.50 hingga 1.25 meter. Namun, perlu waspada karena ada potensi gelombang mencapai 1,5 meter di wilayah Perairan Bintan, Lingga, dan utara Bangka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

39 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.