Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi Ungkap Dampak Buruk Kurang Aktivitas Fisik saat Kecil untuk Kesehatan

📅 Minggu, 03 Sep 2023, 15:05 WIB | Oleh:
Studi Ungkap Dampak Buruk Kurang Aktivitas Fisik saat Kecil untuk Kesehatan Doc: Istimewa

Kurangnya aktivitas fisik saat masih kecil nyatanya berdampak negatif pada kesehatan jantung dan sistem kardiovaskular secara umum. Kurangnya aktivitas fisik pada usia dini dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan yang berpotensi meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke di kemudian hari.

Anak-anak dan remaja, inilah saatnya untuk meninggalkan layar dan terus bergerak. Sebuah studi baru menemukan bahwa gaya hidup kurang gerak selama masa kanak-kanak meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke di kemudian hari.

Para peneliti menemukan bahwa kurangnya aktivitas fisik pada masa kanak-kanak meningkatkan risiko serangan jantung di kemudian hari, bahkan pada mereka yang memiliki berat badan dan tekanan darah normal.

"Semua waktu berjam-jam di depan layar pada anak muda menambah beban kerja jantung yang lebih berat, yang kita ketahui dari penelitian pada orang dewasa meningkatkan kemungkinan serangan jantung dan stroke. Anak-anak dan remaja perlu lebih banyak bergerak untuk melindungi kesehatan jangka panjang mereka," kata penulis studi Dr. Andrew Agbaje, dari University of Eastern Finland, dikutip dari Medical Daily, Rabu (30/8).

Tim peneliti mengevaluasi 766 anak dan meminta mereka untuk mengenakan jam tangan pintar dengan pelacak aktivitas selama tujuh hari ketika mereka berusia 11 tahun. Penelitian yang sama diulang ketika peserta berusia 15 dan 24 tahun. Anak-anak itu tidak banyak bergerak selama rata-rata 362 menit sehari saat berusia 11 tahun. Jumlah ini meningkat rata-rata 169 menit ketika mereka mencapai usia dewasa muda (24 tahun).

"Anak-anak tidak banyak bergerak selama lebih dari enam jam sehari, dan ini meningkat hampir tiga jam sehari saat mereka mencapai usia dewasa muda," ujar Agbaje.

Ketika peserta berusia 17 dan 24 tahun, para peneliti menilai berat ventrikel kiri jantung mereka menggunakan ekokardiografi, sejenis pemindaian ultrasound. Mereka kemudian menganalisis hubungan antara tingkat ketidakaktifan selama usia 11 hingga 24 tahun dan pengukuran jantung antara 17 dan 24 tahun setelah menyesuaikan faktor-faktor lain seperti merokok, lemak tubuh dan tekanan darah.

"Studi kami menunjukkan bahwa akumulasi waktu tidak aktif berhubungan dengan kerusakan jantung terlepas dari berat badan dan tekanan darah," tutur Agbaje.

Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan satu menit dalam waktu tidak aktif antara usia 11 dan 24 tahun menghasilkan peningkatan massa ventrikel kiri sebesar 0,004 g/m antara usia 17 dan 24 tahun.

"Orang tua harus mendorong anak-anak dan remaja untuk lebih banyak bergerak dengan mengajak mereka berjalan-jalan dan membatasi waktu yang dihabiskan di media sosial dan video game. Seperti yang pernah dikatakan oleh Martin Luther King Jr, 'Jika Anda tidak bisa terbang, berlarilah. Jika Anda tidak bisa berlari, berjalanlah. Jika Anda tidak bisa berjalan, merangkaklah. Tapi bagaimanapun caranya, tetaplah bergerak,'" pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.