Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Afrika Selatan Tangkap 102 Warga Asing Ilegal, Diduga Korban TPPO

📅 Sabtu, 02 Sep 2023, 09:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Afrika Selatan Tangkap 102 Warga Asing Ilegal, Diduga Korban TPPO Doc: sabcnews
Ket. Warga negara asing tak berdokumen ditangkap oleh SAPS.

JOHANNESBURG -Polisi Afrika Selatan pada Jumat (1/9) menangkap lebih dari 100 warga asing tak berdokumen yang tinggal di sebuah rumah di sebelah timur Johannesburg, beberapa di antaranya masih berusia 10 tahun.

Polisi menangkap mereka setelah mendapat informasi dan mengundang petugas imigrasi, kata Menteri Dalam Negeri Aaron Motsoaledi kepada stasiun televisi lokal.

Warga asing tersebut terdiri dari 98 warga Etiopia dan empat warga Malawi di sebuah rumah di Primrose, 14 kilometer di timur Johannesburg, kata Motsoaledi di luar kantor polisi setempat.

"Ada yang masih berusia 10 tahun," imbuhnya.

Beberapa dari mereka dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan karena kekurangan gizi dan dehidrasi.

Motsoaledi mengatakan warga Etiopia yang mengelola rumah tersebut telah menjadi pengungsi di Afrika Selatan sejak 2019, dan telah memperbarui statusnya sebanyak empat kali.

"Dari apa yang saya pahami, mereka dibawa ke sini untuk menjalankan toko spaza (toko umum) di seluruh negeri," katanya.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan mereka hanya menemukan empat paspor di rumah tersebut, tanpa visa Afrika Selatan.

Ke-102 orang asing tersebut dijejalkan dalam satu rumah dengan kondisi tempat tinggal yang buruk dan tidak ada perabotan, "hanya selimut berserakan di lantai, panci kotor, piring kotor", menurut kementerian.

Motsoaledi mengatakan beberapa orang asing "jelas merupakan korban". Sindikat perdagangan manusia mungkin terlibat.

"Saya pikir rumah itu digunakan untuk membawa orang ke negara ini dan mendistribusikannya kepada... siapa pun yang menginginkan tenaga kerja murah," tambahnya.

Memproses migran ilegal akan menjadi proses yang panjang, kata kementerian tersebut.Badan ini akan bekerja sama dengan layanan sosial untuk menentukan apakah ada di antara mereka yang diperdagangkan ke negara tersebut.

Afrika Selatan - negara industri paling maju di benua ini - terpuruk di bawah gelombang migrasi ilegal yang dipicu oleh krisis ekonomi di negara-negara tetangganya.

Banyak yang berasal dari Malawi, Lesotho, dan bahkan Tanduk Afrika, namun sebagian besar berasal dari Zimbabwe.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.