Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

4 Negara Asia Menentang Peta Baru Tiongkok terkait Laut Tiongkok Selatan

📅 Jumat, 01 Sep 2023, 10:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
4 Negara Asia Menentang Peta Baru Tiongkok terkait Laut Tiongkok Selatan Doc: NDTV/Bloomberg
Ket. Tiongkok mengklaim lebih dari 80 persen wilayah Laut Tiongkok Selatan.

JAKARTA - Vietnam mengatakan peta resmi Tiongkok yang dirilis minggu ini melanggar kedaulatannya atas Kepulauan Spratly dan Paracel serta yurisdiksi atas perairannya, menurut sebuah pernyataan yang dimuat di situs berita pemerintah negara tersebut.

Klaim kedaulatan dan maritim Tiongkok berdasarkan sembilan garis putus-putus pada peta adalah "tidak sah," bunyi pernyataan itu, yang mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Pham Thu Hang.

Vietnam "dengan tegas menentang semua klaim Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan berdasarkan garis putus-putus," kata Hang dalam pernyataan yang dikutip Bloomberg.

Negara-negara lain juga menolak peta tersebut. India pada Selasa lalu mempermasalahkan peta yang menunjukkan bagian dari Arunachal Pradesh di India yang berada di bawah kendali Tiongkok. Filipina mengatakan tidak mengakui klaim ekspansif Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan.

Ketika ditanya tentang peta tersebut pada konferensi pers rutin hari Rabu di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin mengatakan pemerintahnya berharap "pihak-pihak terkait dapat tetap obyektif dan tenang serta menahan diri dari penafsiran yang berlebihan."

Tiongkok merilis peta tersebut sehingga penerbit, perusahaan, dan pihak lain memiliki versi resmi sebagai referensi.Perusahaan asing terkadang mengalami masalah dengan pemerintah Tiongkok mengenai cara mereka menggunakan peta.

Tiongkok mengklaim lebih dari 80 persen wilayah Laut Tiongkok Selatan dan mendukung klaimnya dengan peta tahun 1947 yang menunjukkan garis putus-putus - sembilan garis putus-putus - yang melingkar hingga ke titik sekitar 1.100 mil (1.800 km) di selatan Pulau Hainan.

Vietnam, Filipina, Brunei, Malaysia dan Taiwan mengklaim bagian-bagian dari wilayah maritim yang sama, dan telah berselisih dengan Tiongkok mengenai wilayah mana yang termasuk dalam wilayah maritim tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.