Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bangsa Indian Tidak Memiliki Konsep Kepemilikan Tanah

📅 Rabu, 30 Agu 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Bangsa Indian Tidak  Memiliki Konsep  Kepemilikan Tanah Doc: AFP/ Eric Feferberg

Penduduk asli Amerika utara yang juga dikenal sebagai Indian Amerika, datang ke benua itu melalui proses migrasi antara 40.000-14.000 tahun lalu. Mereka datang dari Asia melintasi Jembatan Darat Bering (Beringia) yang menghubungkan Siberia saat ini dengan Alaska.

Para imigran ini kemudian berkembang menjadi bangsa-bangsa terpisah dengan ciri khas yang berbeda. Masing-masing bangsa ini merupakan entitas budaya yang berbeda.

Masing-masing bangsa memahami dirinya sebagai bagian dari satu sama lain, namun hal ini tidak berarti mereka selalu hidup damai atau menghormati wilayah masing-masing. Perang terjadi karena hak atas air, untuk mencegah orang luar berburu di wilayah seseorang, demi prestise dan kekuasaan suku, dan untuk tawanan yang dapat ditebus atau dijadikan budak.

Peperangan terjadi dan tanah serta tawanan dirampas karena dianggap perlu untuk menopang kehidupan masyarakat. Mereka sebenarnya tidak ada konsep kepemilikan tanah. Bumi dan sumber dayanya bukan milik siapapun secara khusus, melainkan merupakan anugerah Roh Agung kepada semua orang secara kolektif, dan seseorang diharapkan memberikan kembali melalui ritual timbal balik yang menjaga siklus kehidupan.

Secara umum, semua kelompok penduduk asli Amerika menganut keyakinan dasar yang sama meskipun bentuk ekspresi mereka berbeda. Bangsa-bangsa biasanya rukun satu sama lain, terlibat dalam perdagangan, dan membiarkan bangsa lain hidup damai kecuali ketika konflik muncul.

Penduduk asli Amerika juga berkontribusi atas penemuan atau pengembangan banyak barang, permainan, dan praktik lain yang dikenal saat ini. Mereka adalah orang pertama yang membudidayakan dan menggunakan tembakau, bunga matahari, labu, dan kacang tanah serta menemukan jaket, kayak, dan tombak.

Observatorium matematika dan astronomi juga dikembangkan sejak Periode Archaic dan seterusnya, begitu pula perencanaan kota, sistem jalan raya, serta teater dan kuil terbuka. Permainan bola dan permainan papan merupakan bentuk hiburan yang populer, dan perkembangan teknologi.

Mengunyah permen karet, mengolah sirup maple, tempat tidur susun, kano, hoki lapangan dan es, lacrosse, kacamata hitam, mokasin, tarik tambang, dan bahkan pistol air pertama kali diciptakan oleh masyarakat adat Amerika utara. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Masa Depan Bursa Dipertaruhkan

11 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Luar Negeri
Prancis Konfirmasi Kasus Eb...

Data Biometrik SIM Benarkah Mampu Meningkatkan Keamanan

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Data Biometrik SIM Benarkah...
Daerah
Perilaku Konsumtif dan Kebi...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.