Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Taman Safari Bogor Alihkan Rute Safari Journey Mulai 30 Agustus

📅 Selasa, 29 Agu 2023, 15:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Taman Safari Bogor Alihkan Rute Safari Journey Mulai 30 Agustus Doc: istimewa
Ket. Safari Journey Taman Safari Bogor.

BOGOR - Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor tengah melakukan rebranding dan pemeliharaan sarana serta prasarana mulai 30 Agustus 2023. Dengan adanya pemeliharaan jalan di beberapa titik lokasi ini maka Manajemen Taman Safari Bogor memutuskan pengalihan jalur Safari Journey.

"Pelaksanaan proyek betonisasi jalur Safari Journey dilakukan mulai 30 Agustus 2023. Proses betonisasi jalur ini berlangsung sekitar satu setengah bulan. Kami mengimbau para pengunjung untuk memperhatikan banner dan papan jalur selama proses pengalihan," kata General Manager (GM) Taman Safari Bogor Emeraldo Parengkuan, Selasa (29/8).

Emeraldo mengatakan, proses betonisasi jalur Safari Journey ini dilakukan untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pengunjung selama berlibur di Taman Safari Bogor.

"Ini sifatnya rutin. Betonisasi ini kami lakukan sebagai salah satu tahapan rebranding karena kenyamanan, keamanan dan kepuasan pengunjung adalah prioritas utama," ungkapnya.

Sudah hampir 37 tahun TSI Bogor menjaga eksistensi, merawat dan menjaga kelestarian alam kaki Gunung Gede Pangrango. Banyak hal sudah dilakukan TSI Bogor untuk menjadi pilot project wahana konservasi dan rekreasi terbaik di Indonesia. Salah satunya melindungi, merawat, dan menjaga satwa-satwa langka di dunia yang kini populasinya terancam.

Sejak berdiri, TSI Bogor bukan saja menjadi wahana rekreasi bagi keluarga dari berbagai daerah di Indonesia. Eksistensi paling utama TSI Bogor juga menjadi pilar edukasi serta konservasi alam dan satwa untuk menjaga keseimbangan kehidupan pegunungan, khususnya Gunung Gede Pangrango.

TSI Bogor sukses menjadi percontohan dan primadona wisata keluarga berwawasan lingkungan yang berorientasi pada habitat satwa di alam bebas. Lokasi TSI Bogor yang terletak di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor atau di kaki Gunung Gede Pangrango memiliki multifungsi yang tidak saja bermanfaat bagi alam, satwa dan warga. Namun kolaborasi TSI Bogor dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta beragam unsur pecinta alam dan civitas akademika juga telah melahirkan lompatan penyelamatan alam serta isinya.

"Taman konservasi ini berfungsi menjadi penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) di ketinggian 900-1800 m di atas permukaan laut, serta mempunyai suhu rata-rata 16-24 derajat Celsius," kata Emeraldo.

"Keunikan TSI Bogor adalah pengunjungnya bisa berkeliling ke berbagai tempat untuk melihat dari dekat semua jenis binatang dengan memakai mobil pribadi atau naik bus yang disediakan. Pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan memberi makan satwa tersebut," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.