Asean Lirik Mineral Kritis untuk Jaga Ketahanan Energi
Senin, 28 Agu 2023, 00:01 WIBJAKARTA - Negara-negara yang tergabung dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau Association of Southeast Asian Nations (Asean) melirik potensi mineral kritis untuk menjaga ketahanan energi kawasan.
Direktur Program Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (26/8), mengatakan mineral kritis akan memegang peranan yang sangat vital dan strategis bagi seluruh negara guna mendukung era transisi energi dari energi fosil menjadi terbarukan.
"Mineral kritis sebagai bahan baku industri pembuatan panel surya, turbin angin, dan industri baterai, yang digunakan untuk kendaraan listrik, dan storage untuk pembangkit energi baru terbarukan (EBT)," kata Tri pada acara side event Asean Energy Business Forum (AEBF) bertajuk Critical Minerals: Opportunities And Challenges for Asean, di Badung, Bali, pekan lalu.
Seperti dikutip dari Antara, Tri mengatakan mineral kritis juga memiliki nilai yang sangat tinggi karena sulit ditemukan, diekstraksi dalam jumlah yang ekonomis, serta tidak mudah digantikan dengan logam atau bahan lain.
Dengan vital dan tingginya nilai mineral kritis tersebut, lanjutnya, kebutuhan mineral kritis akan meningkat secara signifikan, sehingga akan menjadi suatu tantangan dalam hal penyediaan pasokan mineral kritis di tingkat global.
"Tantangan lainnya adalah bagaimana kita dapat eksplorasi lebih jauh sumber daya mineral kritis yang ada, dengan konfigurasi geologi di kawasan Asean," ujarnya.
Teknologi Pemurnian
Tri menambahkan hilirisasi mineral di Asean juga menjadi tantangan lain, yang mana negara-negara Asean harus menguasai teknologi pemurnian mineral untuk membantu pengembangan hilirisasi di masa depan.
Untuk menghadapi hal itu, menurut dia, diperlukan kolaborasi negara-negara di Asean, mengingat negara anggota merupakan negara yang dikenal memiliki beragam jenis deposit mineral dan potensi yang sangat besar, selain juga untuk berbagi praktik kebijakan terbaik, mengidentifikasi bidang-bidang utama, dan memaksimalkan sumber daya alam dan cadangan yang dimiliki.
"Serta, dengan mendiskusikan peluang kerja sama regional yang lebih besar, dengan tujuan untuk membuka potensi mineral kritis di kawasan Asean," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso mengatakan MIND ID selaku Holding BUMN industri pertambangan di Indonesia, ditugaskan pemerintah untuk mengelola dan menghilirisasi sumber daya mineral mineral, serta menjadi bagian dalam transisi energi, dengan menjaga rantai pasok komoditas yang dihasilkan dari mineral kritis, yang merupakan bahan baku dalam pengembangan EBT.
Oleh karena itu, menurut dia, tantangan yang ada dalam pengelolaan mineral kritis harus bisa dijadikan peluang besar untuk mewujudkan ketahanan energi ke depan.
"Dalam menghadapi tantangan geografis dan teknologi dari mineral kritis dan ekonomi sirkular untuk ekstraksi total, kolaborasi dan atau aliansi negara-negara yang kaya akan mineral dan teknologi diperlukan untuk membangun industri energi bersih yang tangguh dan berkelanjutan," ujar Hendi.
Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Pahala Nugraha Mansury mendorong kerja sama sektor mineral kritis dan produksi baterai kendaraan listrik dengan Australia. Dorongan tersebut disampaikan Pahala dalam pertemuan dengan Menteri Industri dan Sains Australia, Ed Husic, di Jakarta.
Pahala mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Australia di sektor hilirisasi dan rantai pasok industri, produksi bersama baterai kendaraan listrik, perubahan iklim dan ketahanan pangan, kata Kementerian Luar Negeri RI.
Pada pertemuan itu, Pahala menyampaikan kedua negara memiliki potensi dalam kerja sama produksi baterai kendaraan listrik (EV) dengan memanfaatkan cadangan nikel Indonesia dan lithium yang dimiliki Australia.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Edukasi Gigi dan Mulut di Sekolah, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Sejak Dini
-
Hasil Liga Italia: Imbang tanpa Gol, AC Milan dan Juventus Tak Beranjak di Klasemen
-
Ini Jadwal Lengkap Liga Inggris Pekan ke-29: Newcastle vs Manchester United & Wolves vs Liverpool
-
Lindungi Ternak di Jabar, Kementan Distribusikan 151 Ribu Dosis Vaksin PMK
-
Myanmar Merasa Dikucilkan oleh Asean
-
Lebaran Lebih Awal, Ribuan Warga Jember-Bondowoso Sudah Gelar Shalat Id Hari Ini
-
Kebakaran Hanguskan Gudang Katering di Ragunan, Jaksel
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.