Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertamina Beberkan Strategi Hadapi Trilema Energi

📅 Kamis, 24 Agu 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Pertamina Beberkan Strategi Hadapi Trilema Energi Doc: ISTIMEWA
Ket. Oki Muraza, Senior Vice President of Research Technology and Innovation Pertamina

NEW DELHI - PT Pertamina (Persero) membeberkan strategi dalam menghadapi trilema energi di tengah upaya percepatan transisi energi di Tanah Air. Trilema energi adalah tiga faktor penting yang harus diperhatikan dalam mengelola energi, yaitu energy security (ketahanan energi) energy affordability (keterjangkauan biaya energi), dan environmental sustainability (keberlanjutan lingkungan).

Senior Vice President of Research Technology and Innovation Pertamina, Oki Muraza, mengatakan kondisi geopolitik seperti konflik Russia-Ukraina menyebabkan terjadinya kenaikan harga energi yang juga berimbas terhadap ketahanan energi di Indonesia.

"Jadi, pertama apa yang terjadi saat ini di dunia adalah geopolitical tension ada perang di Eropa. Perang ini menyebabkan terjadinya kenaikan harga energi dan ini tentunya berbahaya terhadap energy security terhadap ketahanan energi Indonesia," kata Oki, usai menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Ensuring Renewable Energy Transition pada 18th Sustainability Summit yang merupakan rangkaian dari kegiatan B20 Summit 2023, di New Delhi, India, Selasa (22/8).

Seperti dikutip dari Antara, Oki mengatakan setiap negara mempunyai cara yang berbeda dalam merespons trilema energi tersebut. Sebagai contoh, negara-negara maju lebih fokus pada keberlanjutan, sementara negara-negara berkembang lebih fokus pada keamanan dan keterjangkauan energi karena hal tersebut merupakan katalis pertumbuhan ekonomi.

Ketahanan Energi

Menurut Oki, Indonesia harus berusaha untuk meningkatkan ketahanan energi dan pada saat yang sama tetap berusaha mencapai target-target sustainability. Bagaimana kita mengurangi emisi, bagaimana kami bisa menambah volume bisnis energi hijau, listrik hijau, dan seterusnya di Indonesia," ungkap Oki.

Lebih lanjut, dia mengatakan sebelum terjadinya krisis geopolitik tersebut, Eropa menjadi salah satu pemimpin untuk perubahan menuju environmental sustainability.

"Tetapi dengan hilangnya energy security di Eropa, mereka harus mengimpor batu bara dan seterusnya, kami melihat ada perubahan di energy mix di Eropa. Ini tentu impact-nya terhadap dunia juga cukup besar, nah di situ kami melihat perlunya kami melakukan kerja sama," tuturnya.

Kerja sama global dalam menghadapi trilema energi perlu dilakukan jika dilihat dari emisi CO2 per kapita negara-negara G20. Negara-negara maju berkontribusi di atas rata-rata global sebesar 4,5 ton emisi CO2 per kapita. Adapun Amerika Serikat, Kanada, Russia, dan Tiongkok merupakan lima besar produsen minyak dunia.

Sementara itu, India dan Indonesia yang mewakili negara berkembang pada tahun lalu masih di bawah 2,5 ton emisi CO2 per kapita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Uji Coba Pendaratan Pesawat Tempur di Jalan Tol

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.