Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Monopoli dan Oligarki Bikin Pasar Tak Efisien

📅 Selasa, 22 Agu 2023, 11:36 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Monopoli dan Oligarki Bikin Pasar Tak Efisien Doc: Suandri Ansah/Indonesiainside.id
Ket. Pengamat Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti

JAKARTA - Praktik monopoli dan oligarki harus diberantas untuk demi menjaga stabilitas ekonomi dan politik suatu negara. Sebab, jika dibiarkan kelompok ini akan mengganggu demokratisasi ekonomi dan politik. Pasar akan semakin tak efisien karena harga cenderung dipermainkan oleh kelompok tertentu.

Pengamat Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengatakan, monopoli dan oligarki bisa membahayakan jika ada pengaturan harga dan jumlah produk yang beredar di pasar, karena umumnya monopoli dan oligopoli bisa mendikte pasar.

"Contoh kasus minyak goreng yang produsen besarnya hanya beberapa, sehingga ketika harga minyak goreng terus merangkak naik akan mengakibatkan pemerintah sulit untuk mengatur dan mengendalikan harga di pasar," tegasnya ketika dihubungi Koran Jakarta, Senin (21/8).

Saat pemerintah mau memaksa menerapkan harga tertinggi (ceiling price), lanjutnya, maka minyak goreng pun menghilang di pasar. Namun, jika persaingannya sempurna atau tidak ada oligopoly, maka produsen pun banyak sehingga harga di pasar juga mudah dipengaruhi.

Peneliti Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda menilai persaingan secara sehat menciptakan pasar yang mendekati equilibrium dan tidak ada dead weight loss (DWL) sehingga pasar lebih efisien. "Misalkan dengan oligopoli dan oligarki, perusahaan dengan bebas menaikkan harga karena mereka punya kuasa. Alhasil inflasi lebih tinggi," ujarnya.

Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Prof Kurnia Toha SH LLM PhD mengatakan di Amerika Serikat, monopoli dan oligarki berkuasa melebihi pemerintah yang dipilih rakyat. Mereka berpendapat bahwa penegak hukum persaingan usaha harus mempunyai pemikiran anti-besar dan lebih agresif. Berbeda di Indonesia, perusahaan yang masuk Top Global 500 Fortune hanya PT Pertamina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.