Terobosan Sains Pecahkan Mitos 'Mata Air Keabadian' untuk Cegah Penuaan
📅 Minggu, 20 Agu 2023, 11:47 WIB | Oleh: Tim PenulisSebaliknya, pemberian zat yang memicu kerusakan DNA seperti doxorubicin atau hidrogen peroksida dapat mempercepat proses penuaan hewan coba.
Sel zombi
Seiring bertambahnya usia, sel-sel kita mengalami penurunan fungsi dan kehilangan kemampuan untuk memperbaiki diri (regenerasi).
Selain tidak dapat berfungsi secara normal, sel-sel tersebut juga mengeluarkan molekul-molekul berbahaya yang disebut sebagai SASP (Senescence-Associated Secretory Phenotype). SASP kemudian diangkut oleh darah dan disebarluaskan ke seluruh tubuh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal ini yang menyebabkan sel yang menua ini amat berbahaya karena molekul SASP yang dikeluarkan di hati misalnya, dapat menyebar hingga ke jantung dan otak dan merusak organ-organ tersebut.
Penurunan fungsi yang drastis ditambah dengan efek kerusakan terhadap sel atau jaringan lain membuat sel yang menua ini disebut dengan sel zombi (sel senesens). Serupa dengan cerita fiksi, zombi sudah tidak dapat lagi melaksanakan tugasnya sebagai manusia dan berpotensi untuk merusak manusia lainnya.
Dalam proses penuaan, jumlah sel zombi ini cenderung meningkat. Hal ini kemudian berkaitan erat dengan percepatan proses penuaan dan terjadinya berbagai penyakit terkait usia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Obat senolitik untuk anti-tua
Saat ini, ilmuwan telah mampu membuat obat yang dapat menghancurkan atau mengurangi sel zombi yang diberi nama obat senolitik. Obat ini bekerja dengan mengaktifkan jalur kematian sel, sehingga menyebabkan sel-sel zombi mati (apoptosis) dan akhirnya bisa diserap ataupun dikeluarkan dari tubuh.
Penelitian awal dengan menggunakan hewan percobaan telah menunjukkan bahwa penggunaan obat senolitik dapat memiliki efek positif pada berbagai penyakit terkait penuaan. Misalnya, obat senolitik dapat membantu mengurangi pembentukan plak aterosklerotik. Ini suatu kondisi penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah, sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke.
Obat senolitik juga menunjukkan potensi dalam mengurangi perkembangan penyakit Alzheimer dengan mengurangi jumlah sel zombi di dalam otak. Selain itu, obat senolitik juga dapat menghambat perkembangan dan memperbaiki fibrosis paru. Ini kondisi saat jaringan paru-paru mengalami penebalan dan pengerasan sehingga tidak dapat berfungsi secara normal.
Selain menunjukkan efek penyembuhan di berbagai organ, hewan coba yang menerima obat senolitik juga memiliki umur 36% lebih panjang dan mengurangi kemungkinan mereka untuk mati hingga 65%.
Penelitian eksperimental pada hewan coba tersebut tentu saja sangat menarik. Ini menunjukkan bahwa obat senolitik dapat menjadi cara baru untuk mencegah atau menunda kematian akibat penyakit terkait usia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!