Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terobosan Sains Pecahkan Mitos 'Mata Air Keabadian' untuk Cegah Penuaan

📅 Minggu, 20 Agu 2023, 11:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terobosan Sains Pecahkan Mitos 'Mata Air Keabadian' untuk Cegah Penuaan Doc: The Conversation/Pexels/Matthias Zomer
Ket. Penuaan adalah suatu penyakit yang mungkin dicegah dengan intervensi tertentu.

Rais Reskiawan, Universitas Hasanuddin

Dalam beberapa tahun terakhir, bos Amazon Jeff Besoz mengucurkan dana lebih dari US$100 juta (sekitar Rp1,5 triliun) untuk perusahaan rintisan bioteknologi bernama Unity Biotechnology. Investasi besar ini untuk mencari obat yang dapat memperpanjang umur dan mencegah berbagai penyakit terkait usia.

Langkah tersebut juga diikuti oleh beberapa miliader bidang teknologi terkenal lainnya seperti pendiri Oracle Larry Ellison dan pendiri Google Larry page.

Apakah saat ini kita benar-benar telah menemukan mata air keabadian (fountain of youth) yang bisa membuat kita hidup lebih lama dan sehat?

Sejumlah riset pada uji coba hewan di lab dan pasien khusus menunjukkan pelambatan proses penuaan itu mungkin terjadi dengan intervensi obat-obatan tertentu.

Mitos mata air keabadian

Cerita-cerita rakyat mengenai sumber keabadian telah dikenal di berbagai kebudayaan.

Dalam mitologi Hindu, pencarian akan keabadian digambarkan dalam kisah amrita. Dewa-dewi dan Asura terlibat dalam pertempuran sengit untuk mendapatkan amrita yang diyakini memberikan umur yang panjang bagi siapa pun yang meminumnya.

Dalam cerita rakyat Arab dan Cina, mitos serupa masing-masing dikenal sebagai ainul hayat dan "peaches of immortality" atau elixir of life.

Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, apakah kita telah mampu merealisasikan mitos-mitos tersebut?

Kita perlu memahami bahwa penuaan adalah penyakit, bukan proses alamiah normal.

Sejak lama penuaan dianggap sebagai bagian alami dari siklus kehidupan yang tidak dapat dihindari. Namun, berbagai penelitian modern telah menemukan bahwa penuaan sebenarnya melibatkan kerusakan DNA yang menyebakan perubahan epigenetik (perubahan aktivitas gen) dan memicu reaksi peradangan serta stress oksidatif (ketidakseimbangan antara anti-oksidan dan pro-oksidan).

Kerusakan di level seluler ini memengaruhi fungsi normal tubuh dan meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit terkait usia, seperti stroke, kanker, serangan jantung, dan gangguan neurodegeneratif (misalnya Alzheimer dan Parkinson).

Dengan pemahaman akan konsep tersebut, kini ilmuwan dengan mudah memperpanjang atau memperpendek umur hewan percobaan di laboratorium. Misalnya, pemberian obat-obatan yang dapat memperbaiki kerusakan DNA seperti resevatrol atau rapamycin dapat memperpanjang umur hewan percobaan secara signifikan dan mencegah atau memperlambat perkembangan berbagai penyakit akibat penuaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.