Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komisi IX tegaskan pentingnya kesadaran soal risiko perkawinan anak

📅 Minggu, 20 Agu 2023, 23:58 WIB | Oleh:
Komisi IX tegaskan pentingnya kesadaran soal risiko perkawinan anak Doc: Antara/HO-BKKBN
Ket. Promosi dan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) Percepatan Penurunan Stunting Bersama Masyarakat di Tingkat Kabupaten di Desa Kenje, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Minggu 920/8/2023).

Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Dandi Ruskati Ali Baal menegaskan pentingnya pendidikan serta kesadaran masyarakat, khususnya di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, soal risiko perkawinan pada usia anak.

Anggota Komisi IX Dandi Ruskati Ali Baal dalam keterangannya disiarkan di Jakarta, Minggu, juga menggarisbawahi perlunya penurunan angka stunting, karena perkawinan anak dapat berkontribusi pada masalah stunting.

Dalam acara Promosi dan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) Percepatan Penurunan Stunting Bersama Masyarakat di Tingkat Kabupaten di Desa Kenje, Kecamatan Campalagian, Andi Ruskati mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya penyebaran informasi risiko tersebut.



"Kegiatan promosi dan KIE ini merupakan langkah yang sangat baik untuk menyebarkan informasi serta melakukan edukasi kepada masyarakat tentang risiko perkawinan anak dan stunting," kata Ruskati.

Lebih lanjut, Anggota Komisi IX DPR RI dapil (daerah pemilihan) Sulawesi Barat ini menunjukkan pentingnya kerjasama antara BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) dan Komisi IX DPR RI dalam mengatasi berbagai permasalahan terkait dengan keluarga berencana, perkawinan anak, dan stunting.

"Anjuran dari BKKBN untuk menikah bagi pria 25 tahun dan perempuan 21 tahun dimaksudkan untuk memastikan bahwa calon suami dan istri sudah memiliki kematangan fisik dan mental yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah," lanjutnya.

Kepala Desa Kenje, Alimuddin, juga menunjukkan komitmen positif dalam mendukung upaya penurunan angka stunting. Ia berjanji bahwa setelah semua infrastruktur di Desa Kenje mencapai target, fokus akan beralih pada pemberdayaan masyarakat dalam penanganan stunting.



Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar, Rezky Murwanto, yakin bahwa Kabupaten Polewali Mandar memiliki kemampuan untuk menurunkan angka stunting pada tahun 2024. Penurunan angka stunting diharapkan akan melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas di masa yang akan datang.

"Penting untuk diingat bahwa tidak semua anak yang pendek mengalami stunting. Stunting sudah pasti pendek, tapi pendek belum tentu stunting. Upaya untuk memastikan anak-anak menerima makanan bergizi sangat penting untuk mencegah stunting," kata Rezky.

Dalam kegiatan ini, 350 orang peserta dari berbagai lapisan masyarakat berkomitmen untuk bersama-sama memerangi stunting.

Data terbaru yang dirilis Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Sulawesi Barat mencatat bahwa tren perkawinan anak di wilayah ini masih tinggi, melebihi angka rata-rata nasional sebesar 11,7 persen. Data ini mencakup periode hingga Mei 2023, dengan fokus pada kelompok usia 15-19 tahun.

Menurut data dari Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, Kabupaten Polewali Mandar mengalami kenaikan angka stunting sebesar 3,3 persen. Angka prevalensi stunting di Kabupaten ini meningkat dari 36 persen pada tahun 2021 menjadi 39,3 persen tahun 2022.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.