BNPT Nilai Intoleransi sebagai Bibit Penghancur NKRI
📅 Jumat, 18 Agu 2023, 01:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-BNPT RI
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia, Komjen Pol. Rycko Amelza Dahniel pada HUT RI mengatakan sikap intoleransi adalah bibit-bibit yang dapat menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Sikap intoleran merupakan bibit-bibit radikalisme yang merasa dirinya paling benar dan merasa orang lain salah dan harus dihancurkan. Ini merupakan bibit yg akan menghancurkan negeri ini," kata Rycko seusai menghadiri Upacara Bendera Lintas Agama dalam memperingati HUT RI di Masjid Istiqlal, yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (17/8).
Rycko mengatakan intoleransi merupakan sikap pemikiran yang tidak bisa menerima perbedaan, sedangkan Indonesia adalah negeri kebangsaan yang dibangun atas berbagai perbedaan untuk dapat membangun suatu negara. "Perbedaan kita disatukan dengan satu cita-cita nasional 'unity in diversity', Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.
Oleh karena itu, Rycko menegaskan bibit intoleransi dan radikalisme berbahaya karena dapat dimanfaatkan oknum yang tidak menghormati hak-hak kemanusiaan dan akan menghancurkan persatuan Indonesia.
Dia mengapresiasi upaya Masjid Istiqlal dalam mengadakan Upacara Bendera Lintas Agama untuk menunjukkan satu kekuatan bersama dalam menghadapi intoleransi sebagai salah satu ancaman terbesar Indonesia. "Melalui kebersamaan pagi ini, kita bisa berkumpul memperkuat toleransi kita, memperkuat rasa kebangsaan kita, dan memperkuat rasa kecintaan kita," tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rycko mengajak seluruh masyarakat untuk menyerukan hidup yang damai dan menolak kekerasan guna membangun Indonesia yang damai dan maju menuju Indonesia Emas 2045.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!