Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terobosan Cerdas, Pemkab Bantul Tingkatkan Produktivitas Pertanian Dengan Mekanisasi

📅 Rabu, 16 Agu 2023, 00:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terobosan Cerdas, Pemkab Bantul Tingkatkan Produktivitas Pertanian Dengan Mekanisasi Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Alat mesin pemanen padi atau mekanisasi pertanian untuk membantu kelompok tani meningkatkan produktivitas di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bantul - Terobosan cerdas, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya meningkatkan produktivitas pertanian tanaman pangan dengan mekanisasi atau pemanfaatan alat mesin pertanian oleh petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo di Bantul, Selasa, mengatakan di wilayah Bantul saat ini terdapat 860 kelompok tani, 75 gabungan kelompok tani (gapoktan), 503 kelompok wanita tani (KWT), dan 1.030 kelompok peternak.

"Total ada 62 ribu warga Bantul yang menggantungkan hidupnya di sektor pertanian dan didominasi petani dari generasi dengan usia lanjut, karena itu mekanisasi sangat dibutuhkan untuk membantu peningkatan produksi pertanian," katanya.

Menurut dia, upaya mekanisasidilakukan dengan pemberian bantuan sejumlah alat mesin pertanian, seperti mesin pemanen, pompa air, serta sejumlah alat dan mesin pertanian lainnya dari APBN yang diserahkan kepada kelompok tani beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan alat mesin pertanian tersebut sangat dibutuhkan oleh sektor pertanian saat ini terutama di Bantul, mengingat potensi sektor pertanian masih dapat dikembangkan.

"Kami mengupayakan untuk terus mengembangkan komoditas pertanian. Setelah Bantul surplus beras pada tahun lalu, dan budidaya bawang merah di lahan pasir, komoditas lain yang akan dikembangkan adalah kopi dan kelapa," katanya.

Di sisi lain pihaknya juga mengajak petani terbuka dengan kemajuan teknologi dan penemuan terbaru dalam bidang pertanian, sehingga berkurangnya luaslahan pertanian akibat alih fungsi bukan menjadi halangan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Menurut dia, puluhan tahun lalu saat lahan pertanian di Bantul masih seluas 40 ribu hektare produktivitas padi rata-rata tiga ton per hektare, sementara saat ini yang tinggal 14 ribu hektare, produksinya bisa mencapai 10 ton per hektare antara lain karena sentuhan teknologi pertanian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.