Lansia Diingatkan agar Terapkan Pola Hidup Sehat 'Cerdik'
📅 Minggu, 13 Agu 2023, 23:04 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoSejumlah masalah kesehatan umum pada usia emas disebutkaa oleh dokter Setia Pribadi, alumni SMAN 8 tahun 1976 ini yaitu penurunan fisik: penurunan massa otot, kepadatan tulang, dan kinerja organ tubuh, penyakit jantung dan hipertensi. Risiko penyakit jantung meningkat seiring bertambahnya usia, diabetes tipe 2: resiko diabetes meningkat pada usia emas karena gaya hidup dan perubahan hormonal, penyakit artritis: gangguan sendi dan nyeri pada tulang, gangguan kognitif: risiko demensia dan penyakit alzheimer meningkat.
"Yang terbaik, menerapkan pola hidup sehat dengan diikuti olahraga fisik sesuai kondisi dan kesukaan lansia," katanya.
Penyebab Kematian Terbesar
Sesi paparan tentang penyakit jantung cukup mendapat perhatian. Dokter Berlian Idrisyang praktik di RS Medika BSD & EMC Alam Sutra, Tangsel, menjelaskan secara global, penyakit jantung, dan pembuluh darah (PJP) adalah penyebab kematian terbesar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tahun 2016 sebanyak 17,9 juta kematian karena PJP, 31% dari total kematian global; 85% dari kematian ini karena serangan jantung & stroke. Sample Registration System Indonesia 2014: PJK penyebab kematian kedua setelah stroke, 12,9% dari seluruh kematian," kata dokter yang alumni SMAN 8 tahun 1995 ini.
Mengingat risiko yang sangat besar dari penyakit jantng ini, dokter Berlian mengingatkan para lansia untuk mengenal gejala serangan jantung, setelah itu memeriksakan segera ke rumah sakit.Bila henti jantung, resusitasi segera (perlu pelatihan), bawa ke RS, lalu mengetahui secara dini adakah PJK, dan mencegah serangan jantung kalau sudah diketahui PJK.
Meski serangan jantung dapat menyebabkan kematian jantung mendadak dan kerusakan otot jantung, tapi lanjut dokter Berlian, serangan jantung bisa dikenali gejalanya dan serangan jantung terjadi pada PJK.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Karena itu PJK bisa dicegah dengan menjalankan pola hidup sehat," tandas dokter yang akrab disapa Bili ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!