Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sepasang gajah liar obrak-abrik kebun warga di pedalaman Aceh Barat

📅 Jumat, 11 Agu 2023, 23:15 WIB | Oleh:
Sepasang gajah liar obrak-abrik kebun warga di pedalaman Aceh Barat Doc: ANTARA/HO
Ket. Sebuah gubuk milik petani terbalik akibat diserang sepasang gajah liar di lokas perkebunan masyarakat di Desa Gleng, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Jumatt (11/8/2023).

Meulaboh - Sepasang gajah liar dilaporkan mengobrak-abrik kebun kelapa sawit dan pinang milik masyarakat di Desa Gleng, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, sehingga menyebabkan tanaman produktif masyarakat di daerah itu rusak parah.

"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa masyarakat dalam kejadian ini," kata Camat Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Zulkifli yang dihubungi ANTARA dari Meulaboh, Jumat.

Berdasarkan data sementara yang diperoleh, kata dia, jumlah kerusakan tanaman kelapa sawit dan pohon pinang milik petani di Desa Gleng, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat mencapai puluhan pohon.

"Untuk data riil nya sedang kami tunggu dari aparat desa," kata Zulkifli menambahkan.

Selain merusak tanaman di kebun warga di kawasan pedalaman di Aceh Barat, sepasang gajah liar dengan jenis kelamin jantan dan betina juga turut merusak sebuah gubuk milik petani yang berada di lokasi kebun.

Zulkifli mengatakan akibat gangguan gajah liar tersebut, masyarakat di wilayah pedalaman Aceh Barat saat ini merasa was-was dengan ancaman gajah liar yang sewaktu-waktu

Pihaknya juga bersyukur gangguan gajah liar di kawasan tersebut juga sudah mulai mendapatkan penanganan dari pihak terkait, dengan melakukan upaya pengusiran dengan membakar mercon.

Sementara itu, Kepala Desa (Keuchik) Gleng, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Ansari yang dihubungi terpisah mengatakan gangguan satwa liar sepasang gajah di desa mereka baru kali ini terjadi.

"Sebelumnya tidak pernah ada gangguan seperti ini," katanya.

Ansari mengatakan hingga kini warga di desanya masih khawatir jika berada di kebun, karena menurut warga satwa liar yang dilindungi oleh negara tersebut saat ini masih berkeliaran di sekitar hutan di desa setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.