Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kondisi Polusi Udara Jakarta yang Sangat Tercemar Diberitakan Dunia

📅 Jumat, 11 Agu 2023, 01:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kondisi Polusi Udara Jakarta yang Sangat Tercemar Diberitakan Dunia Doc: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Ket. Arsip foto - Suasana gedung-gedung bertingkat yang tertutup oleh kabut polusi di Jakarta, Selasa (25/7/2023).

JAKARTA - Kondisi pencemaran udara di DKI Jakarta diberitakan oleh media internasional. Hal itu disampaikan oleh perusahaan pemantau kualitas udara IQAir.

Jakarta telah menjadi kota besar paling tercemar di dunia, menurut perusahaan pemantau kualitas udara IQAir.

Dilansir dari AFP, Kamis (10/8), Jakarta adalah kota besar yang udaranya paling tercemar di dunia menurut perusahaan pemantau kualitas udara IQAir. Jakarta berada di peringkat teratas selama beberapa hari.

Polusi udara diperkirakan berkontribusi terhadap tujuh juta kematian dini setiap tahun dan dianggap oleh PBB sebagai satu-satunya risiko kesehatan lingkungan terbesar.

Jakarta telah melampui sejumlah kota ternama di dunia terkait polusi udara, mulai dari Riyadh, Doha dan Lahore. Jakarta berada di peringkat teratas sejak Senin (7/8) lalu.

Jakarta juga tercatat secara teratur memiliki tingkat polusi PM 2,5 yang artinya 'tidak sehat'. Polusi udara di Jakarta diyakini dapat menyebabkan masalah pernapasan.

Ibukota Indonesia pada hari Rabu (9/8) menduduki puncak daftar sebagai kota paling tercemar di dunia, setelah secara konsisten menempati peringkat di antara 10 kota paling tercemar secara global sejak Mei, menurut data perusahaan teknologi kualitas udara Swiss, IQAir.

Seperti dikutip dari Reuters, Jakarta, yang berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa, mencatat tingkat polusi udara yang tidak sehat hampir setiap hari, menurut IQAir.

Seorang warga Jakarta, Rizky Putra menyayangkan kualitas udara yang semakin buruk membahayakan kesehatan anak-anaknya.

"Saya pikir situasinya sangat mengkhawatirkan," kata pria berusia 35 tahun itu kepada Reuters TV di pinggir jalan di pusat kota Jakarta.

"Begitu banyak anak yang sakit dengan keluhan dan gejala yang sama, seperti batuk dan pilek."

Penduduk Jakarta telah lama mengeluhkan udara beracun dari lalu lintas yang kronis, asap industri, dan pembangkit listrik tenaga batu bara.

Sebelumnya seperti dikutip dari Antara, kualitas udara di Jakarta Timur dan Jakarta Utara tidak sehat berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Lubang Buaya dan Kelapa Gading pada pukul 07.00-07.30 WIB, Kamis (27/7).

Hasil pemantauan pada aplikasi JAKI, di Jakarta, menunjukkan kualitas udara di Jakarta Timur tidak sehat dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 mencapai 129 dan Jakarta Utara mencapai 103.

Umumnya, kualitas udara dinyatakan baik apabila pantauan ISPU di suatu wilayah kota menunjukkan angka di bawah 50.

Dengan tingginya angka PM2,5 itu, maka anggota kelompok masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara berpotensi mengalami efek kesehatan, meskipun masyarakat umum tidak mungkin terpengaruh.

Selain Jakarta Timur dan Jakarta Utara, ISPU di wilayah kota Jakarta lainnya terpantau sedang, yakni Jakarta Pusat (99), Jakarta Selatan (97) dan Jakarta Barat (53).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Daerah
Harga Cabai di Mataram Turu...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.