Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelestarian Satwa, BBKSDA NTT Repatriasi 33 Kura-kura Leher Ular Rote

📅 Rabu, 09 Agu 2023, 00:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelestarian Satwa, BBKSDA NTT Repatriasi 33 Kura-kura Leher Ular Rote Doc: ANTARA/Benny Jahang
Ket. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) bersama Wildlife Conservation Society (WCS) merepatriasi atau memulangkan 33 spesies kura-kura leher ular rote dari Amerika Serikat.

Kupang - Pelestarian satwa, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) bersama Wildlife Conservation Society (WCS) merepatriasi atau memulangkan 33 spesies kura-kura leher ular rote (Chelodina mccordi) dari Amerika Serikat ke habitatnya di Pulau Rote.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) Arif Mahmud kepada wartawan di Kupang, Selasa, mengatakan sebanyak 33 spesies kura-kura leher ular rote itu dipulangkan dari Amerika Serikat melalui Singapura ke Jakarta.

"BBKSDA NTT akan mengembalikan spesies tersebut ke habitat aslinya yakni di Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao setelah terlebih dahulu adaptasi sebelum dibawa ke habitatnya sebagai upaya melestarikan dan melindungi kura-kura leher ular rote dari kepunahan," kata Arif Mahmud.

Dia mengatakan puluhan ekor kura-kura itu didatangkan dari Amerika Serikat dan dikembangbiakkan di fasilitas karantina hewan di Singapura selama 10 bulan untuk proses adaptasi.

Menurut dia, pemulangan kura-kura leher ular rote difasilitasi Wildlife Conservation System (WCS) yang peduli terhadap upaya konservasi berbagai jenis hewan termasuk kura-kura leher ular rote yang terancam punah.

Arif Mahmud menambahkan, pemulangan kura-kura leher ular rote sudah pernah dilakukan pada 2021 dengan jumlah 13 ekor yang didatangkan dari Singapura dan Austria.

Ia mengatakan selain mendapat dukungan Wildlife Conservation Society, proses repatriasi 33 reptil tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama masyarakat lokal setempat, TNI Angkatan Udara, dan Instalasi Karantina Hewan BBKSDA NTT.

"Dukungan Pemerintah Provinsi NTT sangat luar biasa dengan menetapkan Pulau Rote menjadi kawasan ekosistem esensial, tentu hal itu sebagai wujud dukungan pemerintah untuk perlindungan kura-kura leher ular rote," kata Arief Mahmud.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.