PBB: 460 Juta Anak-anak di Asia Selatan Terpapar Panas Ekstrem

Selasa, 08 Agu 2023, 00:04 WIB

NEW DELHI - Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Children's Fund (Unicef), pada Senin (7/8), memperingatkan tiga perempat anak-anak di Asia Selatan sudah menghadapi suhu tinggi yang berbahaya, tingkat tertinggi di seluruh dunia, seiring dengan meningkatnya dampak perubahan iklim.

Menurut badan anak-anak PBB tersebut,sekitar 460 juta anak terpapar panas ekstrem di Asia Selatan atau 76 persen dari anak-anak, dibandingkan dengan sepertiga dari anak-anak secara global.

Ket. Foto: Unicef memperkirakan sekitar 460 juta atau 76 persen anak-anak di Asia Selatan terpapar panas ekstrem. — Sumber: Istimewa

"Dengan dunia mendidih secara global, data dengan jelas menunjukkan kehidupan dan kesejahteraan jutaan anak di seluruh Asia Selatan semakin terancam oleh gelombang panas dan suhu tinggi," kata Direktur Regional Unicef ??untuk Asia Selatan, Sanjay Wijesekera.

Unicef ??memperingatkan anak-anak di Afganistan, Bangladesh, India, Maladewa, dan Pakistan berada pada "risiko yang sangat tinggi" dari dampak perubahan iklim, yang mendefinisikan suhu tinggi ekstrem sebagai 83 hari atau lebih dalam setahun di atas 35 derajat Celcius.

Dikutip dari The Straits Times, anak-anak tidak dapat beradaptasi dengan perubahan suhu secepat orang dewasa yang sehat, dan tidak mampu menghilangkan kelebihan panas dari tubuh mereka. "Anak-anak kecil tidak bisa menahan panasnya," kata Wijesekera.

"Kecuali kita bertindak sekarang, anak-anak ini akan terus menanggung beban gelombang panas yang lebih sering dan lebih parah di tahun-tahun mendatang," ujarnya.

Pemanasan global sekitar 1,2 derajat Celcius sejak akhir 1800-an, didorong oleh pembakaran bahan bakar fosil, telah membuat gelombang panas menjadi lebih panas, lebih lama dan lebih sering, serta mengintensifkan cuaca ekstrim lainnya seperti badai dan banjir.

Pada Juli 2023 adalah bulan terpanas yang pernah tercatat secara global, dengan panas yang membakar yang diintensifkan oleh pemanasan global yang memengaruhi puluhan juta orang di beberapa bagian Eropa, Asia, dan Amerika Utara.

Para ilmuwan mengatakan dunia perlu beradaptasi dengan panas dan dampak lain yang telah disebabkan oleh emisi, dan polusi karbon harus dikurangi secara dramatis pada dekade ini untuk menghindari hal yang lebih buruk di masa depan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.