Rompi Bergetar Terjemahkan Alunan Musik untuk Penonton Konser Tuna Rungu
📅 Sabtu, 05 Agu 2023, 02:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/ANGELA WEISS
Bunyi gesekan biola bergema di tulang rusuk, sementara iringan cello dan bass terasa sedikit lebih jauh ke bawah, dengan tiupan terompet di bahu dan, lebih sering getaran suara solois terasa di bagian pergelangan tangan.
Itulah salah satu cara bagi pakar audio, Patrick Hanlon, memprogram rompi haptik, yang dirancang untuk memungkinkan penonton konser yang tuna rungu dan wicara untuk "merasakan" musik orkestra, sebagai inisiatif untuk membuka jalan baru bagi meningkatkan inklusivitas pada pertunjukan musik secara langsung.
Pada konser klasik baru-baru ini di Manhattan's Lincoln Center, penonton memiliki kesempatan untuk mencoba rompi nirkabel yang menampilkan 24 titik getaran yang menerjemahkan musik di atas panggung.
"Teknologi haptik ini melibatkan tubuh, memberi pengguna pengalaman3D-surroundmelalui getaran," kata Hanlon kepadaAFPsebelum pertunjukan dimulai beberapa waktu lalu.
Hanlon adalah salah satu pendiri Music: Not Impossible, cabang dari Not Impossible Labs, yang menggunakan teknologi untuk mencoba meringankan hambatan sosial, termasuk hambatan seputar disabilitas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Metode sebelumnya yang akan digunakan orang tuna rungu dan wicara untuk menikmati musik secaralivetermasuk meletakkan tangan mereka di pengeras suara (speaker), atau memegang balon untuk merasakan getaran di ujung jari mereka.
Fungsi dari rompi haptik bersama dengan pita di pergelangan tangan atau pergelangan kaki ini adalah untuk memungkinkan pengalaman di seluruh tubuh, menciptakan sensasi yang dapat membangkitkan perasaan yang dapat ditimbulkan oleh musik.
"Tidak ada yang mengharapkannya begitu menarik," komentar Hanlon tentang rompi itu. "Dan ketika Anda melihatnya di mata orang, itu adalah keajaiban," imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jay Zimmerman, seorang komposer yang kemampuan pendengarannya rusak akibat serangan teroris 11 September 2001, mengatakan bahwa rompi haptik ini adalah contoh teknologi baru yang menawarkan lebih banyak fleksibilitas dan dinamisme daripada sebelumnya.
"Harapan saya ada di depan mata yaitu kita akan dapat membiarkan anak-anak tuna rungu memiliki pengalaman dengan getaran nyata dan materi nyata dari dekat, sehingga mereka mulai membangun perpustakaan memori pendengaran ini, bahkan jika itu bukan pendengaran melalui telinga mereka, itu adalah hanya sensasi yang berbeda," kata Zimmerman kepadaAFP. "Saya pikir jika kita bisa menyatukan semuanya, ada peluang nyata bagi kita semua," imbuh dia.
Sensasi "Immersion"
Lincoln Center, sebuah kompleks seni bergengsi di Upper West Side, New York, mulai mengerjakan Music: Not Impossible pada tahun 2021, baik untuk pertunjukan orkestra maupun untuk rangkaian pesta musik disko bisu luar ruangan mereka yang amat populer.
Kolaborasi terbarunya menawarkan 75 rompi haptik selama konser luar ruangannya sebagai bagian dari Pekan Seni Korea, yang menampilkan penampilan musik rakyat Korea serta Mozart's Concerto No 2.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!