Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Likuiditas Global Ketat, Kredit Tumbuh Melambat

📅 Kamis, 03 Agu 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Likuiditas Global Ketat, Kredit Tumbuh Melambat Doc: Sumber: OJK - KORAN JAKARTA/ONES

» Pertumbuhan kredit yang rendah dapat memberikan dampak negatif terhadap perekonomian nasional.

» BI sebaiknya jangan memaksakan untuk lebih melonggarkan atau obral kredit agar NPL tidak meningkat.

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pertumbuhan kredit perbankan sampai Juni 2023 atau semester I-2023 baru mencapai 7,76 persen atau lebih rendah dari target yang dicanangkan di awal tahun di kisaran 10-12 persen.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menilai pertumbuhan kredit sampai dengan Juni 2023 masih melambat di angka 7,76 persen. Dari pertumbuhan tersebut, lebih ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh 9,60 persen. Lambannya penyaluran kredit, kata Mahendra, sejalan dengan faktor eksternal yaitu pengetatan likuiditas di global.

"Secara rata-rata pertumbuhan berada di bawah target yang ingin dicapai tahun ini, tapi kami sudah lakukan komunikasi dengan perbankan, di mana mereka melaporkan tetap akan mampu mencapai target di atas 10 persen," kata Mahendra.

Selain kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tercatat hanya tumbuh 5,79 persen dengan deposito sebagai penggerak utama pertumbuhan. Kondisi tersebut menjadikan likuiditas perbankan sedikit turun meskipun masih jauh di atas threshold.

Penurunan juga tecermin dari rasio alat likuid/noncore deposit (AL/NCD) dan alat likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 119,04 persen dan 26,73 persen dengan threshold 50 persen dan 10 persen.

Sementara itu, dari segi permodalan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) tetap solid pada level 25,41 persen atau menurun dari level 26,07 persen di bulan Mei.

Sedangkan risiko kredit membaik dengan Non Performing Loan (NPL) gross turun ke level 2,44 persen dan NPL net 0,77 persen. Selanjutnya, kredit restrukturisasi Covid-19 melanjutkan penurunan menjadi 361,04 triliun rupiah dengan jumlah debitur yang juga terus menurun menjadi 1,57 juta debitur.

Menanggapi lambatnya pertumbuhan kredit, pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, mengatakan bahwa pertumbuhan kredit yang rendah dapat memberikan dampak negatif terhadap perekonomian nasional secara keseluruhan.

"Pertumbuhan kredit yang lambat dapat mengindikasikan keterbatasan akses permodalan bagi pelaku usaha, terutama dalam mengembangkan bisnis dan proyek baru. Hal itu dapat mempengaruhi daya beli masyarakat serta potensi pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah," ungkap Aditya.

Dia juga mengingatkan bahwa pertumbuhan kredit yang rendah dapat mencerminkan tingginya risiko kredit yang dialami oleh lembaga keuangan.

"Penting bagi lembaga keuangan untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap proses pengajuan dan penilaian kredit guna mengurangi risiko kredit macet. Sebab, kesehatan sektor keuangan sangat penting bagi stabilitas ekonomi negara," tambah Aditya.

Pemerintah dan otoritas terkait pun diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis guna mempercepat pertumbuhan kredit agar mendekati target yang telah ditetapkan. Dengan adanya sinergi antara berbagai pihak, Aditya berharap bahwa langkah-langkah tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

16 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.