Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Kerja Sama, Indonesia Tegaskan Perairan Indo-Pasifik Harus Jadi Wilayah Damai

📅 Rabu, 02 Agu 2023, 17:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kerja Sama, Indonesia Tegaskan Perairan Indo-Pasifik Harus Jadi Wilayah Damai Doc: ANTARA/Angkatan Laut AS via ABACAPRESS.COM/REUTERS
Ket. Ilustrasi - Kapal induk USS Nimitz (CVN 68), kanan, dan USS Ronald Reagan (CVN 76) sedang melakukan operasi dua kapal induk di Indo-Pasifik sebagai Nimitz Carrier Strike Force.

Jakarta - Perkuat kerja sama. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menegaskan bahwa perairan Indo-Pasifik harus menjadi wilayah yang damai, karena kaya potensi sumber daya dan merupakan jalur laut paling strategis di dunia.

DalamExpanded Asean Maritime Forum(EAMF) ke-11 yang diselenggarakan di Bali pada Rabu, dia mengatakan bahwa wilayah perairan tersebut tidak boleh digunakan untuk "proyeksi kekuatan yang tidak perlu" atau untuk membangun aliansi untuk menguasai negara lain.

"Perairan kita tidak boleh digunakan sebagai medan pertempuran atau platform untuk melancarkan serangan terhadap orang lain," kata dia melalui pesan video yang diputarkan dalam forum tersebut.

Retno memperingatkan bahwa kegagalan dalam mengelola wilayah maritim dapat mengancam perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik.

"Kita harus menghindari wilayah kita berubah menjadi pusat konflik," ujar dia.

Selama lima dekade terakhir, Retno menjelaskan, Asean telah berupaya untuk mencegah potensi konflik di antaranya melalui kepatuhan terhadap hukum internasional dan arsitektur kawasan yang inklusif.

Untuk itu, konsistensi negara-negara dalam menerapkan hukum internasional termasuk UNCLOS dan aturan main lainnya seperti ZOPFAN, TAC, dan SEANWFZ harus menjadi panduan untuk bergerak maju.

"Semua negara harus dapat merasa aman dan tenteram, bebas dari ancaman kekuatan militer. Wilayah maritim kita harus berkontribusi untuk menjadikan kawasan ini sebagai episentrum pertumbuhan," tutur Retno, mengacu pada tema keketuaan Indonesia di Asean tahun itu.

"Dalam hal ini, kita harus mencari cara dan sarana untuk mengatur perilaku kita di ranah maritim Indo-Pasifik," ujar dia, menambahkan.

Lebih lanjut, Retno menyoroti pentingnya kerja sama di perairan Indo-Pasifik sebagai pendorong untuk membangun kepercayaan dan perdamaian abadi.

Kerja sama tersebut, kata dia, harus diarahkan untuk mengatasi dampak perubahan iklim terhadap laut, polusi dan puing-puing laut, dan kejahatan terorganisir transnasional, sepertiIUU fishing.

Kerja sama juga penting dibangun untuk mengembangkan ekonomi biru, mempromosikan keselamatan maritim, dan mendukung penghidupan masyarakat pesisir.

"Pandangan Asean tentang Indo-Pasifik sangat penting untuk membangun kebiasaan kerja sama di bidang maritim," kata Retno.

EAMF merupakan platform dialog kebijakan dan upaya bersama untuk mengembangkan pendekatan komprehensif terhadap kerja sama dan tata kelola maritim di Indo-Pasifik.

Forum tersebut diikuti oleh 18 negara di bawah mekanismeEast Asia Forum(EAS) yang mencakup 10 negara anggota Asean, serta Australia, China, India, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, Rusia, dan AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tawarkan Diskon hingga 77 Persen di PRJ

16 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tawarkan Diskon hing...
Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.