Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Naik di Asia, Pasokan Ketat dari Produsen Utama

📅 Kamis, 27 Jul 2023, 11:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Naik di Asia, Pasokan Ketat dari Produsen Utama Doc: antara
Ket. Ilustrasi harga minyak mentah naik. Barel minyak dengan panah merah di latar belakang peta dunia.

TOKYO - Harga minyak naik di awal perdagangan Asia pada Kamis (27/7) pagi, karena investor fokus pada ekspektasi pasokan yang lebih ketat dari produsen-produsen minyak utama, membantu membalikkan kerugian sebelumnya yang didorong oleh kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga AS akan mengurangi permintaan.

Janji stimulus ekonomi di Tiongkok, konsumen minyak terbesar kedua dunia, juga memberikan dukungan ke pasar.

Minyak mentah berjangka Brent terdongkrak 36 sen atau 0,4 persen, menjadi diperdagangkan di 83,28 dolar AS barel pada pukul 01.01 GMT. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS terkerek 48 sen atau 0,6 persen, menjadi diperdagangkan pada 79,26 dolar AS per barel.

Harga minyak melemah pada Rabu (26/7) setelah data menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun kurang dari yang diharapkan dan Federal Reserve menaikkan suku bunga seperempat poin persentase, membiarkan pintu terbuka untuk kenaikan lainnya.

Bank Sentral Eropa juga diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk kesembilan kalinya berturut-turut pada Kamis, yang mungkin bukan akhir dari pengetatan kebijakan di tengah berlanjutnya inflasi.

Penurunan harga minyak Rabu (26/7) terbatas karena persediaan di Cushing, pusat pengiriman WTI, tetap mendekati level terendah sejak Mei, kata ANZ Research dalam sebuah catatan.

Harga minyak telah naik selama empat minggu, didukung oleh tanda-tanda pengetatan pasokan, sebagian besar terkait dengan pengurangan produksi oleh Arab Saudi dan Rusia, serta janji otoritas Tiongkok untuk menopang ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

"Kami memperkirakan minyak berjangka Brent akan naik menjadi 85 dolar AS per barel pada kuartal keempat di tengah ekspektasi bahwa pengurangan pasokan OPEC+ dan permintaan yang kuat akan memaksa stok minyak global turun," kata Commonwealth Bank of Australia dalam sebuah catatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.