Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

San Marino, Negara Kecil yang Tetap Eksis

📅 Senin, 24 Jul 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Pada 1625, negara-negara kepausan akhirnya memperoleh semua tanah di sekitar San Marino, dan memulai kehidupannya sebagai daerah kantong (enclave). Pada 631, sebuah perjanjian yang dinegosiasikan hampir tiga puluh tahun sebelumnya dengan Paus Clement VIII mulai berlaku. Isinya mengakui San Marino dan memperluas perlindungan negara kepausan ke negara tersebut.

Pada 1739 negara itu diduduki oleh pasukan dari negara kepausan di bawah Kardinal Giulio Alberoni. Namun pendudukan itu berakhir hanya 5 bulan kemudian di bawah perintah langsung dari Paus Clement XII.

Bukan Ancaman

Pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, ketika Italia modern dan Eropa mulai terbentuk peristiwa terbesar selama periode ini adalah invasi Italia oleh Napoleon Bonaparte. Fakta yang menyenangkan kebanyakan orang tidak menyadari bahwa Napoleon tidak dilahirkan sebagai orang Prancis.

Ia dilahirkan di Corsica, Italia. Dia tidak belajar berbicara bahasa Prancis sampai dia berusia 13 tahun. Ketika Napoleon menginvasi Italia, dia menulis ulang peta tersebut. San Marino bahkan dianggap bukan target bagi pasukannya jika dia ingin merebut negara.

Pada 5 Februari 1797, ketika bupati San Marino menerima sepucuk surat dari Jenderal Prancis, Alexandre Berthier. Isinya ia meminta negara itu menyerahkan uskup di dekat Rimini sedang dicari. Jika mereka tidak menyerahkan uskup, maka Prancis akan menduduki negara itu, dan itu bisa menjadi akhir dari San Marino.

Tanggapan San Marino atas tuntutan jenderal tersebut dilakukan secara halus oleh bupati saat itu bernama Antonio Onofri. Karena ia tidak ingin berhadapan langsung dengan pasukan Napoleon dan juga memusuhi paus dan negara kepausan, maka uskup dibiarkan melarikan diri melintasi perbatasan ke negara kepausan.

Uniknya atas peristiwa itu Napoleon sangat menyukai Onofri dan berjanji akan meninggalkan San Marino mandiri. Dia tidak hanya melakukan itu, tetapi dia juga menawarkan lebih banyak wilayah jika mereka mau, tetapi Onofri menolak. Onofri tahu jika mereka mengambil wilayah tetangga mereka sekarang, mereka harus menghadapinya nanti.

Pada dasarnya, San Marino lolos dari amukan Napoleon hanya karena dia secara pribadi menyukai pemimpin negaranya. Napoleon juga membebaskan warga San Marino dari semua pajak dan memberi mereka persediaan gandum yang sangat besar.

Setelah jatuhnya Napoleon, pada Kongres Wina tahun 1814, Onofri berhasil menjalin hubungan baik dengan semua pemain utama dan yang terpenting dengan Paus Leo XII. Hal ini meyakinkan kedua belah pihak akan persahabatannya dan memperbarui konvensi kuno.

San Marino berhasil lolos dari lubang jarum selama era Napoleon dengan berteman dengan semua orang sebelum dan setelahnya. Negara ini tidak ingin menjadi ancaman bagi siapa pun, sebuah alasan yang membuat negara ini tetap eksis sampai sekarang. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.