Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Dorong Kolaborasi Atasi Tantangan Global

📅 Kamis, 20 Jul 2023, 08:27 WIB | Oleh:
RI Dorong Kolaborasi Atasi Tantangan Global Doc: ANTARA/HO-Kementerian Keuangan.
Ket. Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dalam kegiatan ASEAN Finance and Central Bank Deputies Meeting-Working Group (AFCDM-WG) ke-3 di bawah Presidensi India.

JAKARTA - Indonesia mendorong penanganan tantangan global secara bersama kepada negara-negara G20 dalam kegiatan ASEAN Finance and Central Bank Deputies Meeting-Working Group (AFCDM-WG) ke-3 di bawah Presidensi India.

Isu-isu tersebut mencakup keuangan berkelanjutan dan infrastruktur, ekonomi dan kesehatan global, arsitektur keuangan internasional, perpajakan internasional, serta sektor keuangan dan inklusi keuangan.

"Dalam agenda keuangan berkelanjutan dan infrastruktur, ada berbagai faktor penting dalam mencapai tujuan bersama dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan agenda iklim bersama," kata Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (19/7).

Faktor-faktor tersebut di antaranya keuangan transisi; skema pembiayaan campuran (blended finance); kebijakan yang menyeluruh dari sisi fiskal, sektor riil, makro, serta mikroprudensial; dan klasifikasi aktivitas transisi hijau.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Menkeu mendorong kolaborasi global dan upaya internasional agar tiap negara tetap berada di jalur dalam mencapai target iklim dan pembangunan berkelanjutan bersama.

Terkait infrastruktur, sambung Sri Mulyani, Indonesia mendukung prinsip-prinsip G20 dalam pembiayaan kota masa depan sebagai acuan sukarela dan tidak mengikat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkesinambungan untuk mencapai kota inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Kemudian, untuk isu kesehatan global, Menkeu mendorong negara-negara G20 untuk terus menjaga kolaborasi antara Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan untuk kesiapsiagaan dan penanggulangan pandemi.

Sri Mulyani mengatakan Indonesia menyambut penyelesaian call for proposals oleh Pandemic Fund (Dana Pandemi) dan menantikan putaran pertama pendanaan yang akan masuk secara bertahap dalam beberapa bulan.

"Akan tetapi, mobilisasi Dana Pandemi saat ini baru mencapai 1,7 miliar dollar AS, masih jauh dibanding kebutuhan dana sebesar 10,5 miliar dollar AS," ujar Menkeu.

Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang mengembangkan kerangka volatilitas dan risiko ekonomi dan kesehatan (Framework of Economic Vulnerabilities and Risks/ FEVR) yang berkonsultasi dengan Bank Dunia, Bank Investasi Eropa, dan Dana Moneter Internasional.

Pada agenda arsitektur keuangan internasional, Indonesia mendorong implementasi dari peta jalan Kerangka Kecukupan Modal (Capital Adequacy Framework) dari Bank Pembangunan Multilateral.

Manfaatkan Peluang

Indonesia juga menyampaikan G20 perlu memanfaatkan peluang untuk memperkuat Bank Pembangunan Multilateral dan investasi swasta untuk pembiayaan Barang Publik Global atau Global Public Goods (GPG).

Terkait itu, Indonesia menjadi contoh kasus untuk pembiayaan GPG melalui inisiatif Mekanisme Transisi Energi (Energy Transition Mechanism/ ETM), sebagai bentuk katalisasi pendanaan pemerintah, Bank Pembangunan Multilateral, dan investasi swasta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.