Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kualitas Udara Jaktim Tak Sehat, Warga Diminta Batasi Aktivitas di Luar

📅 Kamis, 20 Jul 2023, 08:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kualitas Udara Jaktim Tak Sehat, Warga Diminta Batasi Aktivitas di Luar Doc: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Ket. Warga melihat grafik emisi udara Jakarta saat Festival Ayo Birukan Lagi Langit Jakarta di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (16/7/2023).

JAKARTA - Pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Lubang Buaya pada Kamis (20/7) pukul 05.00-06.51 WIB menunjukkan kualitas udara di Jakarta Timur tidak sehat dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 mencapai 112.

Anggota kelompok masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara berpotensi mengalami efek kesehatan. Meski masyarakat umum tidak mungkin terpengaruh.

Terkait hal itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta melalui Aplikasi Jakarta Kini (JaKi) mengimbau anak-anak dan orang dewasa yang aktif di Jakarta Timur serta orang dengan penyakit pernapasan, seperti asma, agar membatasi aktivitas luar ruangan yang berkepanjangan.

Untuk mengurangi tingkat pencemaran udara di Jakarta Timur, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meminta wali kota setempat melanjutkan gerakan serentak hijaukan Jakarta yang sudah dimulai dengan penanaman pohon peneduh dan penyerap polusi di area RW 07 Kayu Putih, Pulo Gadung, sepanjang 296 meter.

"Saya berharap nanti dilanjutkan oleh pak wali (kota) bersama dengan warga (Jakarta Timur)," kata Heru dalam video di Youtube pada akun Heru Budi Hartono berjudul Gerak Serentak Hijaukan Jakarta-catatan sepekan 10-16 Juli yang diunggah pada Kamis.

Secara umum kualitas udara dan PM2,5 di Jakarta masih berkategori sedang. Terlihat dari pemantauan di lokasi ISPU Bundaran HI, Kebon Jeruk dan Jagakarsa, masing-masing indeks PM2,5 berada di kisaran 71 hingga 82.

Berdasarkan prakiraan polusi udara berdasarkan data "real-time" versi IQ Air pada Kamis pembaruan pukul 06.00 WIB menunjukkan PM2.5 memiliki konsentrasi sebesar 26 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan nilai pedoman kualitas udara untuk PM2,5 sebesar 10 mikrogram per meter kubik rata-rata tahunan atau 25 mikrogram per meter kubik rata-rata harian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Saham SpaceX Meroket, Elon ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

13 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.