Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Utusan Paus Akan Bertemu Presiden AS Bahas Pemulangan Anak-anak Ukraina

📅 Selasa, 18 Jul 2023, 09:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Utusan Paus Akan Bertemu Presiden AS Bahas Pemulangan Anak-anak Ukraina Doc: ANTARA/REUTERS/Remo Casilli
Ket. Kardinal Matteo Zuppi berbicara dalam konferensi pers di Vatikan, 25 Mei 2023.

VATICAN CITY - Kardinal Italia Matteo Zuppi, yang diutus Paus Fransiskus untuk membantu mewujudkan perdamaian di Ukraina, akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Washington untuk membahas pemulangan kembali anak-anak ke Ukraina.

Pemerintah Ukraina dan berbagai pihak lainnya mengatakan anak-anak tersebut sudah dideportasi oleh Rusia.

Zuppi akan mengadakan pertemuan dengan Biden pada Selasa (18/7) di Gedung Putih dan akan memusatkan pembicaraan pada "fokus Sri Paus menyangkut repatriasi anak-anak Ukraina yang secara paksa dideportasi oleh para pejabat Rusia," kata Gedung Putih.

Kantor presiden AS itu juga menyebutkan bahwa Zuppi dan Biden akan membahas penderitaan yang ditimbulkan perang, juga soal bantuan kemanusiaan.

Zuppi sebelumnya pernah berbicara soal upaya membuat suatu "mekanisme" yang akan memastikan anak-anak Ukraina bisa kembali ke tanah air mereka.

Ia mengatakan dirinya juga telah secara langsung membicarakan masalah itu dengan Paus Fransiskus.

Pada Juni, Zuppi melakukan lawatan ke Moskow. Di ibu kota Rusia itu, ia melakukan pertemuan dengan pemimpin Gereja Ortodoks Rusia yang berpengaruh serta dengan Komisioner Anak Rusia Maria Lvova-Belova.

Pada awal Juni, Zuppi berkunjung ke Kiev, ibu kota Ukraina, dan bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelenskyy.

Zelenskyy, yang bertemu dengan Paus pada Mei, telah meminta Vatikan untuk mendukung rencana perdamaian yang disusunnya.

Rencana itu memuat seruan bagi pemulihan kesatuan wilayah Ukraina, penarikan pasukan Rusia, penghentian permusuhan, serta pemugaran perbatasan-perbatasan negara Ukraina.

Pemerintah Ukraina memperkirakan bahwa sejak Februari 2022 ada hampir 19.500 anak yang dibawa ke Rusia atau ke Krimea --yang diduduki Rusia.

Ukraina mengutuk pendeportasian oleh Rusia itu dan menyebutnya sebagai tindakan ilegal.

Pengadilan Pidana Internasional (ICC) pada Maret mengeluarkan perintah penahanan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putih.

ICC menuduh Putin melakukan kejahatan perang dengan secara ilegal mendeportasi ratusan anak Ukraina.

Rusia, yang pasukannya menguasai beberapa bagian di Ukraina timur dan selatan setelah invasi pada Februari 2022, sejauh ini membantah menculik anak-anak.

Sebelumnya, Rusia mengatakan anak-anak tersebut dibawa keluar demi keselamatan mereka sendiri.

Grigory Karasin, ketua komite internasional pada Dewan Federasi --majelis tinggi di parlemen Rusia-- pada awal Juli mengatakan bahwa Rusia membawa sekitar 700.000 anak ke negara itu dari zona-zona konflik di Ukraina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.