Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemetaan Area Rawan Pangan Perlu Disiapkan

📅 Kamis, 13 Jul 2023, 09:47 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemetaan Area Rawan Pangan Perlu Disiapkan Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Produksi pertanian, khususnya pangan, tahun ini dikhawatirkan turun drastis akibat dampak El Nino. Karena itu, seluruh pelaku sektor pertanian perlu melakukan pemetaan atau mapping bagi daerah rawan pangan akibat terdampak cuaca ekstrem El Nino. Tujuannya agar antisipasi cuaca ekstrem ini bisa secepatnya dilakukan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, membuka penyelenggaraan musyawarah perencanaan pembangunan pertanian (Musrenbangtan) nasional pada 2023. Di tengah tantangan sektor pertanian saat ini, dia meminta seluruh pelaku pertanian fokus bekerja dalam mempersiapkan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan petani Indonesia.

"Kami menggelar Musrenbang 2023 dalam rangka membangun komitmen - komitmen antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dalam menghadapi akselerasi dan upaya-upaya maksimal pada pemenuhan pangan nasional kita," kata Mentan Syahrul dalam sambutannya pada Musrenbangtannas 2023 di Kanpus Kementerian Pertanian (Kementan) Jakarta, Rabu (12/7).

Mentan menambahkan Musrenbangtan 2023 merupakan kegiatan yang sangat penting dan menjadi wadah untuk mempersiapkan strategi dan langkah kongkrit yang tepat dalam mengantisipasi tantangan sektor pertanian yang beragam mulai dari tantangan perubahan cuaca hingga ketegangan geopolitical yang menjadi warning secara global.

Kementan mempersipakan beberapa upaya antisipasi dan adaptasi El Nino di sektor pertanian yang siap dilaksanakan setiap daerah yakni melakukan identifikasi dan mapping lokasi terdampak kekeringan serta mengelompokkan menjadi daerah merah, kuning, dan hijau.

Kedua, melakukan percepatan tanam untuk mengejar sisa hujan, ketiga meningkatkan ketersediaan alsintan untuk percepatan tani, dan keempat peningkatan ketersediaan air dengan membangun/memperbaiki embung, parit hingga rehabilitasi jaringan irigasi tersier.

"Roadmap menghadapi El Nino dan krisis pangan harus selesai sebelom pulang dari sini. Enggak ada gunanya Musrenbangtan ini kalau strategi ini tidak ada jadi bahas ini bersama direktur yang bersangkutan," paparnya.

Lebih lanjut, Mentan mengatakan Kementan juga akan melakukan intervensi dalam penyediaan benih varietas tahan kekeringan dan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), membangun kawasan percontohan dan akselerasi seluas 1.000 ha pada kabupaten yang akan dipersiapkan dalam memproduksi pangan guna memenuhi kebutuhan pada daerah rawan pangan.

Bersamaan, Kepala Biro Perencanaan Kementan, Ketut Kariyasa, melaporkan Musrenbangtannas ini dilaksanakan secara hybrid (online dan offline) yang dihadiri sekitar 1.800 peserta, yaitu 800 peserta secara offline (OPD lingkup pertanian provinsi dan kabupaten sentra produksi di seluruh Indonesia, narsum, dan dan pegawai lingkup Kementerian Pertanian, dan undangan lainnya) dan 1.000 peserta secara online.

Eksekusi Lemah

Merespons penanganan El Nino ini, Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, menilai sejauh ini eksekusi yang masih lemah dan baru sebatas peringatan saja tentang El Nino, kemudian jadi alasan untuk impor dan diinformasikan kalau ada ancaman kekurangan air.

Dia menegaskan yang dibutuhkan masyarakat ialah peringatan dini daerah yang berpotensi terdampak El Nino ini, kemudian mengidentifikasi dan menyiapkan kebutuhan untuk pengendalian dampaknya seperti sumber daya manusia (SDM), peralatan, logistik, dan operasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.