Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Penyimpangan, Pemkot Bogor Bentuk Tim Khusus Bongkar Calo PPBD

📅 Sabtu, 08 Jul 2023, 00:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Penyimpangan, Pemkot Bogor Bentuk Tim Khusus Bongkar Calo PPBD Doc: ANTARA/HO/Pemkot Bogor
Ket. Wali Kota Bogor Bima Arya saat diwawancarai usai melakukan inspeksi mendadak ke Dinas Pendidikan Kota Bogor, Jumat (7/7/2023).

Kota Bogor - Cegah penyimpangan. Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat membentuk tim khusus membongkar calo penerimaan peserta didik baru (PPBD) yang viral karena ada kecurangan titip identitas anak di kartu keluarga terdekat sekolah dan dugaan manipulasi data kependudukan lain.

"Jadi hasil di lapangan menunjukkan bahwa ditemukan banyak pelanggaran, kartu keluarga yang palsu, kartu keluarga yang di-update tapi tidak sesuai, antara domisili dengan dokumen yang ada," kata Wali Kota Bogor Bima Arya usai melakukan inspeksi mendadak ke Dinas Pendidikan Kota Bogor, Jumat.

Atas dasar itu, kata Bima, Pemerintah Kota Bogor memutuskan membentuk tim khusus untuk membongkar dan menelusuri serta memastikan bahwa semua PPBD sesuai dengan aturan. Tim ini dipimpin oleh asisten pemerintahan dan beranggotakan jajaran Dukcapil, Disdik dan ada enam camat.

Tim ini bertugas untuk menelusuri kecurangan dan calo, melakukan verifikasi faktual di lapangan untuk pendaftar SMP. Bima menuturkan, hal itu karena hasil inspeksi mendadak ke SMPN 1 Kota Bogor tidak dilakukan verifikasi faktual di lapangan dan tim ini akan bekerja keras satu, dua hari ke depan sebelum pengumuman.

Bima menyatakan pengumuman penerimaan atas pendaftaran siswa SMP diundur satu hari, dari tanggal 10 Juli 2023 menjadi tanggal 11 Juli 2023 untuk memberi kesempatan bagi tim ini untuk melakukan verifikasi lagi semuanya.

"Jadi kita pastikan tidak ada yang main-main dengan data kartu keluarga," ujarnya.

Selain itu, kata Bima, tim ini juga bertugas untuk melakukan penelusuran di lapangan terkait siswa SMP yang daftar ke SMA.

Namun demikian, karena SMA bukan merupakan ranah pemerintah kota, maka tim ini akan memberikan rekomendasi saja kepada kantor cabang dinas (KCD) Pendidikan Jawa Barat dan kepada sekolah-sekolah SMA terkait dengan nama-nama yang tidak sesuai di data kartu keluarganya.

Bima memberikan tugas khusus kepada inspektorat, untuk menelusuri siapa saja yang bertanggung jawab terhadap pelanggaran-pelanggaran data kependudukan.

"Hal yang pasti tim ini kerja sesuai dengan target yang saya tetapkan tadi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.