Proses Produksi Pestisida Memperburuk Darurat Iklim
📅 Jumat, 07 Jul 2023, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: STEPHANE DE SAKUTIN / AFP
LONDON - Sebuah laporan dari organisasi non-pemerintah, pada Rabu (5/7), menyebutkan pestisida dalam produksi makanan sebagian besar berasal dari bahan bakar fosil dan memperburuk perubahan iklim.
"Pestisida memperburuk keadaan darurat iklim sepanjang siklus hidup mereka, mulai dari pembuatan hingga pembuangan," kata Pesticide Action Network UK.
"Kecuali kita mengubah pendekatan kita, dampak darurat iklim diperkirakan akan mengarah pada peningkatan penggunaan pestisida, yang akan menciptakan lingkaran setan antara ketergantungan bahan kimia dan kerusakan iklim yang memburuk," katanya mendesak pemerintah Inggris mengambil tindakan.
Dikutip dari Agency France Presse (AFP), menurut temuan tersebut, sistem pangan global menyumbang lebih dari sepertiga dari semua emisi gas rumah kaca, termasuk dari pertanian.
Kelompok tersebut juga mengatakan perusahaan besar, termasuk ExxonMobil, Shell, dan Chevron Phillips Chemical, memproduksi pestisida atau bahan kimianya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Meskipun demikian, pengurangan pestisida sebagai solusi untuk krisis iklim sebagian besar telah diabaikan," kata LSM tersebut dalam laporan yang diterbitkan dengan Kolaborasi Pestisida, sebuah kelompok sesama juru kampanye.
"Industri agro-kimia menggunakan pestisida sebagai strategi mitigasi iklim," kata laporan itu.
"Tetapi, strategi semacam itu mengabadikan mitos bahwa penggunaan bahan kimia berbahaya secara terus-menerus adalah satu-satunya cara untuk menjamin keamanan pangan global sambil melindungi habitat yang berharga," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penerbangan Jarak Jauh
LSM itu juga mengatakan herbisida glifosat yang kontroversial semakin banyak digunakan, membandingkan dampak keseluruhannya dengan jejak karbon dari puluhan ribu penerbangan jarak jauh dari London ke Sydney.
Inggris telah lama berjanji untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada 2050 untuk membantu mengatasi perubahan iklim.
"Pemerintah Inggris harus mengambil tindakan untuk mengubah pertanian guna menghindari dampak terburuk dari krisis iklim dan alam saat ini," kata LSM itu.
"Oleh karena itu, kebijakan yang menangani perubahan iklim harus mencakup fokus pada pengurangan pestisida sebagai strategi utama untuk mengatasi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan ketahanan iklim dari sistem pangan dan pertanian," pungkasnya.
Sebelumnya, peneliti dari Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya, dan Kehutanan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yati Nurlaeni, mengatakan pihaknya menemukan sumber pestisida nabati dari suku jambu-jambuan yang menjadi koleksi Kebun Raya Cibodas di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!